Akibat Cedera Hamstring N'Golo Kante Gagal Bertanding di Piala FA 2021. Apa yang sebenarnya terjadi?

Bersama Dr. Donny Kurniawan, Sp.KO

Klik disini untuk cek jadwal dokter!

Source: The Telegraph


MetroHealth RS MMC - Gelandang klub sepak bola Chelsea, N'Golo Kante, mengalami cedera hamstring menjelang pertandingan kontra Morecambe di putaran ketiga Piala FA 2021. Menurut penuturan sang pelatih, Frank Lampard, cedera Kante disinyalir karena jadwal padat yang menguras kondisi fisiknya. Sebenarnya, apa itu cedera hamstring yang mengakibatkan Kante hingga harus melewatkan pertandingan.


Otot hamstring merupakan otot yang berada di paha bagian belakang yang berfungsi agar kaki dan lutut dapat menekuk. Otot ini berperan dalam menjaga stabilitas saat berjalan. Selain itu, otot ini juga berperan vital di berbagai gerakan dasar pada olahraga seperti kegiatan yang membutuhkan energi besar pada hamstring ataupun gerakan yang menuntut pemanjangan otot hamstring, misalkan lari sprint, gerakan sliding tackle di sepak bola dan gerakan di senam berlari.


Cedera pada otot hamstring umumnya terjadi akibat gerakan yang membutuhkan energi besar secara mendadak atau pun gerakan yang membutuhkan pemanjangan otot hamstring melewati kemampuannya. Tingginya penggunaan otot ini memungkinkan risiko cedera yang lebih tinggi dapat terjadi. Terdapat 2 jenis cedera hamstring berdasarkan patofisiologi, yaitu akibat stretch dan power, serta dibagi 3 berdasarkan stadium kerusakannya.


Apa yang Kante alami, tentunya dapat pula dirasakan oleh orang lain. Cedera hamstring sendiri dapat disebabkan karena ketidakseimbangan kekuatan otot, kelemahan otot hamstring, dan rendahnya fleksibilitas otot itu sendiri.

Lalu, apa yang dapat dilakukan jika mengalami cedera pada otot hamstring. Menurut Dr. Donny Kurniawan, Sp.KO, dokter spesialis kedokteran olahraga di RS MMC, jika mengalami gejala seperti nyeri mendadak pada area belakang paha saat sedang melakukan kegiatan fisik dapat melakukan pertolongan pertama RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), “Lakukan kompres es (RICE) jangan dilakukan pemijatan maupun pemberian krim hangat, lalu konsultasi dengan dokter,”ujar Dr. Donny, Sp.KO.


Dr. Donny juga menyarankan segera berkonsultasi bersama dokter agar dilakukan diagnosis lebih lanjut melalui pemeriksaan fisik dan penunjang, yakni dengan USG dan MRI untuk menentukan grade dari cedera, setelah itu diputuskan apakah dibutuhkan tindakan operatif ataupun konservatif seperti penguatan.


Agar cedera yang dialami tidak memburuk, dokter akan menyarankan untuk beristirahat terlebih dulu dari aktivitas yang berat dan akan diberikan perawatan sesuai cedera yang dialami. Tujuan dari perawatan ini adalah untuk mengembalikan fungsi dari otot tersebut dan menurunkan faktor risiko cedera. “Jangan dilupakan juga, bahwa lemahnya otot hamstring berhubungan dengan risiko robekan ACL (Anterior Cruciate Ligament) yang cukup sering terjadi dan seringkali fatal,” tambah Dr. Donny, Sp.KO.


Setelah menjalani proses perawatan dari cedera hamstring, dokter spesialis kedokteran olahraga akan tetap memantau dan melakukan post-therapy dengan latihan penguatan serta fleksibilitas yang rutin, terprogress, dan terpantau. “Terdapat berbagai clearance test untuk menentukan seseorang sudah mencapai fase Return to activity dan return to sports, umumnya tindakan konservatif memakan waktu hingga 6 minggu,” tutup Dr. Donny, Sp.KO. (MNS)


 

Klik disini untuk pendaftaran konsultasi!

25 views0 comments