Bagaimana Vaksin Covid-19 yang Tepat dan Aman untuk Saya?

Bersama DR. Dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, KPTI, PhD

Klik di sini untuk cek jadwal dokter!


Metrohealth RS MMC - Metrofriends, bagaimana kabarnya semua? Pada saat artikel ini dipublikasikan, pandemi dan lonjakan kasus terkonfirmasi Covid-19 sedang terbilang tinggi di Indonesia. Sedangkan program vaksinasi pemerintah masih terus digalakan di tengah masyarakat. Melihat kondisi yang ada, kami telah mengundang DR. dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, KPTI, PhD, seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik dan infeksi RS MMC. Beliau turut aktif mengedukasi orang awam dan pasiennya dengan sejumlah informasi kesehatan seputar penyakit Covid-19 dan vaksinasi. Dilansir dari MMC Hospital Podcast Season 2 Episode 10, berikut pemaparan beliau di sini.

Amankah Vaksin Covid-19?

Saat ini kita sudah berada di fase dimana vaksin sudah beredar di masyarakat, dan sekarang banyak yang bertanya bagaimana tentang keamanan vaksin Covid-19. Vaksin ini bukan barang baru, tapi sudah lama kita memiliki bermacam-macam vaksin, dari ada vaksin influenza, vaksin difteri dan lain sebagainya.


Kita perlu mengenal dari cara pengembangan vaksin secara tradisional yang dikenal akan melewati 3 fase yaitu, ada Fase Pre-Klinik, Fase Klinik, sampai Fase Perizinan untuk Diedarkan. Pada masa pandemi fase-fase ini tetap dijalankan untuk menjaga keamanannya, tetapi waktunya yang diperpendek. Jadi yang biasanya satu vaksin memakan waktu berpuluh-puluh tahun, di sini diperpendek waktunya.


Kita pun perlu mengenal istilah Authorized Emergency Used, merupakan izin yang dikeluarkan BPOM, termasuk juga lembaga yang sama yang dikenal di Eropa dan Amerika untuk suatu obat/ vaksin yang sebenarnya tahapan di ketiga belum selesai, tapi syarat fase 1 dan fase 2 di titik clinical development-nya harus sudah selesai.


Sederhananya, di Fase Pre-Klinik di Lab, kemudian di Fase Klinik ada pada manusia tahap 1 dengan jumlah orang sedikit dan orang sehat, ke fase 2 jumlah orang lebih banyak, hingga fase 3 yang dilakukan dengan orang yang lebih banyak lagi. Di sinilah yang diperpendek waktunya.


Jadi bisa dikatakan aman dilihat dari bagaimana pembentukannya sudah melewati fase-fase itu. Dan kalau kita mau bilang sesuatu itu efektif untuk vaksin di atas setidaknya lebih dari 70%. Walaupun masih berbeda-beda efeknya di setiap orang, tapi inilah yang kita punya sekarang. Ditambah di tengah pandemi ini perlunya mempercepat terbentuknya antibodi pada masyarakat.


Vaksin Manakah yang Paling Tepat Buat Kita?

“Seperti mau beli sepatu, mereknya banyak tapi mana yang paling bagus untuk saya.” Jadi beda merek, beda jenis vaksin. Ada jenis vaksin yang virus tidak diaktifkan (nonactivated), ada yang bentuknya mRNA (protein virus yang diambil), ada juga yang dikombinasi antara virus satu dengan virus lain sebagai pembawa supaya lebih memudahkan antibodi terbentuk atau disebut vector vaccine. Kemudian ada juga bentuk lain yang dibuat di lab, seperti toxoid.


Kalau yang kita punya sekarang Astrazeneca yang termasuk Vector Vaccine, ini dari si mRna virus yang dikombinasi dengan yang lain. Sedangkan Sinovac termasuk non-activated virus.

Berbeda platform/ tipe ini berbeda juga dari segi waktu, dosis, dan cara pemberiannya. Ada yang tidak perlu dibooster, ada yang perlu.


Nah, di sini dr. Erni sempat menyebutkan bahwa belakangan ini ada penelitian di salah satu universitas di Asia Tenggara, Bangkok, memperlihatkan seberapa cepat vaksin Astrazeneca dan Sinovac dalam membentuk antibodi. Ternyata hasilnya di antara kedua vaksin ini memiliki perbedaan waktu untuk mencapai titik perlindungan atau di atas 90%, tapi keduanya bisa mencapai.


Sehingga melihat dari hasil laporan penelitian ini, bisa dikatakan mewakili masyarakat di Asia Tenggara dengan tipikal individu yang mirip dengan kita, dan dari kedua vaksin ini mana saja yang sama-sama bisa menghasilkan antibodi yang cukup, walau memang beda-beda waktu pencapaiannya hingga ke titik perlindungannya.

Dapatkah Vaksin Covid-19 Melindungi Kita Dari Varian Baru?

Memang masalah varian ini menantang, karena jika virus tidak hilang-hilang dalam 3 bulan ke depan, bisa jadi ada varian lain dari delta, beta, alfa, yang dimana vaksin sendiri sudah dibuat dari sebelumnya. Jadi ada beberapa laporan Astrazeneca yang datanya membuktikan bisa melindungi varian-varian ini, begitu juga dengan Pfizer yang masih dalam proses perizinan untuk masuk ke Indonesia. Sedangkan untuk Sinovac juga kemungkinan bisa, tapi belum ada laporannya sampai saat ini.


Sebelumnya kita melihat dahulu dari mutasi si virusnya ini. Kalau si virus dibuka, ada satu lokasi dari protein virus yang gampang berubah, yang ia ingin berusaha untuk bertahan diri. Karena virus RNA tidak stabil dan gampang mati, makanya dia bermutasi untuk memperbanyak diri guna mempertahankan dirinya. Memang kadang ada varian yang mutasinya tidak bisa terlalu banyak ia buat, tapi ada juga yang bisa di dua tempat. Sehingga seharusnya jika vaksin tersebut bisa bekerja efektif di komponen virus secara utuh, sebenarnya ia bisa mencakup mutasi-mutasi si virus itu. Karena mutasi ini sebenarnya hanya di satu titik atau dua titik, jadi seharusnya tidak merubah genotipnya secara utuh.

Kembali secara bukti, Astrazeneca dan Pfizer bisa mencakup perlindungannya, sedangkan untuk Sinovac memang belum ada laporannya karena termasuk vaksin yang awal ya. Nah, kita tunggu saja laporan terbarunya karena informasi seputar Covid-19 ini masih selalu ada dan terbaru.


Jadi, Metrofriends, jangan takut untuk mendapatkan vaksin dan ikuti terus perkembangannya bersama MMC Hospital. Dengarkan kelanjutan MMC Hospital Podcast Season 2 Episode Dr. dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, KPTI, PhD, hanya di sini: metrohealthmmc.com/podcast. Salam sehat! (CAT)


DR. Dr. Erni Juwita Nelwan, Sp.PD, KPTI, PhD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakti Tropik dan Infeksi


Jadwal dokter spesialis Penyakit Dalam dapat dilihat di website kami. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi MMC Hospital melalui Telepon atau WhatsApp.

 

Klik disini untuk pendaftaran konsultasi!


29 views0 comments