Cacar Monyet: Apa Yang Harus Diperhatikan dan Pencegahannya

Updated: Jul 1

Bersama Dr. Danang Tri Wahyudi, Sp.KK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin MMC Hospital


Klik disini untuk cek jadwal dokter!

Metrohealth - Penyakit Cacar Monyet (Monkeypox) dikabarkan sudah merebak di beberapa negara dunia. Dikutip dari CNBC Indonesia, kasus cacar monyet merupakan penyakit yang endemik di Afrika Tengah atau Barat. Namun akhir-akhir ini virus itu telah muncul di Inggris, Spanyol, Portugal, Amerika Serikat (AS), Italia, Swedia, Prancis, dan Kanada.


Penyakit ini sebenarnya menghilang empat dekade, sampai muncul lagi di 2017. Hingga Mei 2022, 450 kasus telah dilaporkan di negara tersebut. Cacar monyet pertama kali ditemukan pada monyet di tahun 1958. Sejak saat itu, penyakit menular ini menjadi salah satu penyakit endemis di area tengah dan barat Afrika. Dari yang awalnya hanya menjangkit hewan, mulai menjangkit dan ditemukan pada manusia di tahun 1970.


Pengertian Penyakit Cacar Monyet

Dokter Danang Tri Wahyudi, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre mengatakan jika Cacar monyet atau monkeypox ini merupakan jenis penyakit infeksi yang disebabkan oleh Monkeypox virus (MPXV). Virus ini termasuk dalam keluarga Orthopoxvirus. Jenisnya sangat menyerupai virus penyebab smallpox (cacar air yang ada di Indonesia sejak lama) hanya saja gejala yang ditimbulkan umumnya lebih ringan. Penyakit ini ternyata dapat menyerang siapa saja tidak terkecuali orang dewasa dan anak-anak.

Lanjut menurut Dokter Danang, cacar monyet ini merupakan jenis penyakit yang sifatnya zoonosis atau diperantarai hewan. Dalam hal ini, hewan yang dapat menjadi media penyebarannya adalah monyet, tikus, dan tupai. Masa inkubasi cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari tetapi dapat mencapai 5 sampai 21 hari. Fase awal gejala yang terjadi pada 1 sampai 3 hari yaitu demam tinggi, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan lemas.


Cara Penyebaran Penyakit Cacar Monyet

Penyebaran penyakit cacar monyet yang paling umum ditemukan adalah ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan orang lain, hewan atau bahan yang terinfeksi. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernafasan atau melalui mata, hidung serta mulut. Penularan dari manusia ke manusia paling sering terjadi melalui pernapasan dengan jarak dekat. Sementara itu, penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran.


Gejala Penyakit Cacar Monyet

Orang yang terinfeksi cacar monyet menurut Dokter Danang menunjukan gejala pertamanya setelah 6-16 hari setelah terpapar. Gejala awal cacar monyet antara lain mirip dengan penyakit flu. Antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, bengkak, kulit kemerahan, kulit bengkak dan nyeri punggung. Pasien biasanya mengalami ruam satu sampai tiga hari setelah munculnya demam, sering dimulai pada wajah dan menyebar ke bagian lain dari tubuh, seperti telapak tangan dan telapak kaki.


Namun karena tampilan klinis cacar monyet dapat menyerupai jenis infeksi lain –seperti smallpox, cacar air, campak, infeksi bakteri, skabies, sifilis hingga alergi, maka penetapan diagnosa harus melalui pemeriksaan tambahan juga dengan dokter spesialis kulit.


Pengobatan Penyakit Cacar Monyet

Menurut Dokter Danang, tidak ada pengobatan spesifik yang dilakukan pada penderita cacar monyet. Obat-obatan yang diberikan hanya bersifat suportif sesuai keluhan pasien. Misalnya pemberian penurun panas dan anti-nyeri pada pasien yang mengalami demam atau nyeri otot.


Cara Pencegahan Penyakit Cacar Monyet

Salah satu cara efektif mencegah penyebaran virus cacar monyet adalah dengan pemberian vaksinasi smallpox. Vaksin ini memberi perlindungan terhadap cacar air hingga 85 persennya. Sayangnya, karena kasus smallpox telah dinyatakan tereradikasi, ketersediaan vaksin pun menjadi sangat terbatas dan tidak semua negara memilikinya. Oleh karena itu, usaha perlindungan diri dengan metode lainnya wajib menjadi perhatian.


Menurut Dokter Danang, hal termudah yang dapat dikerjakan oleh masyarakat awam adalah dengan menjaga imunitas tubuh agar tetap baik, caranya adalah dengan istirahat yang cukup, makan-makanan yang bergizi dan gaya hidup yang sehat. Selain itu, tentunya hindari kontak langsung dengan orang yang menderita cacar monyet maupun alat- alat yang digunakan untuk merawat orang tersebut.


Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan penyakit cacar monyet, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan Metrovia atau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. (NAM)



Dr. Danang Tri Wahyudi, Sp.KK

42 views0 comments