FAQ: 15 Pertanyaan Seputar Vaksinasi Covid-19 Yang Seringkali Dipertanyakan!

Updated: Jul 16, 2021

Bersama Dr. Hilda Hamdi

Klik di sini untuk cek jadwal dokter!

Metrohealth RS MMC - Begitu banyak pertanyaan yang sering diajukan oleh para MetroFriends seputar Vaksinasi Covid-19 ini. Berikut kami rangkum 15 pertanyaan pilihan yang sering diajukan pada saat Health Talk seputar Edukasi dan Penyuluhan Covid-19 dan Vaksinasi oleh dr. Hilda Hamdi, selaku Koordinator Klinik Vaksinasi di RS MMC.


1. Berapa lama bagi penyintas Covid-19 bisa menerima vaksin?

Disarankan 3 bulan setelah sembuh dari penyakit Covid-19 baru diberikan vaksin.


2. Apakah vaksin Sinopharm efektif untuk varian baru seperti Alfa, Delta, Gamma?

Masih dalam penelitian, dan sejauh ini pengumuman resmi dari Kemenkes menyebutkan masih cukup signifikan manfaatnya untuk diberikan vaksin ini bagi masyarakat.


3. Apakah ada durasi kekebalan tubuh atau antibodi setelah vaksin?

Memang saat ini sudah ada pemeriksaan untuk kekebalan tubuh atau kadar antibodi. Disarankan untuk memeriksanya paling cepat 2 minggu setelah vaksin kedua. Di RS MMC telah ada Test Antibodi SRBD.

Untuk seberapa lamanya durasi kekebalan tubuh itu akan bertahan memang masih perlu penelitian lebih lanjutnya.


4. Saya penderita autoimun, apakah saya bisa divaksin setelah FT4 dan TSH normal?

Jika hasil FT4 dan TSH normal, berarti kondisi sudah terkontrol, jadi bisa diberikan vaksin.


5. Apakah sebelum divaksin perlu dilakukan test PCR Swab?

Bukannya tidak disarankan, tapi tidak harus untuk melakukan tes PCR sebelum vaksin. Namun jika merasa ingin melakukan tes PCR Swab sebelum vaksin, dipersilahkan, namun itu bukan ketentuan khusus untuk mendapat vaksin Covid-19.


6. Apakah gula darah yang kadarnya 300 masih bisa divaksin?

Sebaiknya ditanyakan ke dokter yang merawat dan meminta izin kelayakan vaksin. Jika tidak ada keluhan, tentu orang tersebut bisa divaksin. Walau memang angka 300 bisa saja divaksin.


7. Apakah orang dengan penyakit jantung koroner dengan tetap minum obat bisa divaksin Covid-19?

Sebetulnya bisa divaksin, tapi perlu dilihat dari obat yang dikonsumsinya juga. Jika ada obat seperti pengencer darah, sebaiknya menanyakan kepada dokter yang mengobati apakah layak untuk vaksin. Nanti bisa minta dibuatkan surat kelayakan vaksin.


8. Apakah ibu hamil atau ibu menyusui bisa divaksin?

Untuk ibu hamil masih belum ada rekomendasi untuk diberikan vaksin. Untuk ibu menyusui POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) sudah mengeluarkan rekomendasi untuk bisa diberikan vaksin, karena tidak ada kontraindikasi untuk ini.


9. Apakah penderita hipertensi bisa divaksin?

Untuk penderita Hipertensi harus dicek dulu tekanan darahnya normal. Akan dilakukan skrining secara teliti di meja skrining oleh dokter atau petugas kesehatan sebelum vaksin diberikan.


10. Jika penderita TBC atau asma bisa divaksin?

Untuk penderita TBC yang sudah dinyatakan sembuh, boleh divaksin. Tapi jika baru dinyatakan mulai pengobatan TBC memang disarankan untuk ditunda terlebih dahulu. Sedangkan untuk penderita Asma boleh divaksin dengan kondisi yang terkontrol. Tapi kalau sedang sesak, itu jangan divaksin.


11. Jika ada alergi obat, seperti Pondstan dll, apakah bisa divaksin Covid-19?

Sejauh ini aman, tapi memang akan kita pantau. Makanya ada waktu 15-30 menit untuk observasi. Bahkan dengan google form yang kita berikan, akan kita pantau sampai sebulan. Karena definisi dari KIPI itu adalah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi yang bisa terjadi satu bulan setelah vaksinasi yang akan kita pantau.


12. Skrining apa saja yang dilakukan sebelum divaksin Covid-19?

Ada skrining pertama, yaitu anamnesa: riwayat kesehatan. Misalnya apakah sedang hamil. Apakah penyintas Covid-19 kurang dari 3 bulan. Apakah pernah mengalami alergi yang berat hingga shock anafilaktik saat mendapat vaksin yang lain. Apakah dalam kondisi transfusi darah atau mendapatkan pengobatan darah yang rutin. Skrining kedua: tekanan darah dan suhu tubuh.


13. Apakah setelah divaksin peserta bisa tetap dapat beraktivitas seperti biasa dan aman jika bekerja di kantor? harus izin atau tidak bekerja dulu keesokkan harinya?

Tetap bisa bekerja seperti biasa, atau tidak harus libur keesokan harinya. Namun memang perlu diperhatikan istirahat yang cukup karena tubuh sedang berusaha membentuk imun dan antibodi.


14. Jika saya menerima vaksin saat sedang OTG, apakah ada efek sampingnya?

Efek samping mungkin tidak ada, tapi memang perlu pemantauan lebih. Karena tubuhnya sedang mendapatkan infeksi dari virus, lalu kemudian dimasukkan vaksin dengan virus yang dilemahkan, memang perlu hati-hati dan dievaluasi terus. Sejauh ini ada beberapa yang seperti demikian, tapi tidak ada keluhan apa-apa.


15. Apakah vaksin ini ada masa expired dari vaksin pertama ke vaksin kedua jika terlalu lama tidak apa-apa?

Vaksin tidak ada expired, hanya memang masa optimalnya ada. Misalnya yang 21-28 hari (tergantung vaksin/ jadwal yang diberikan). Namun jika dalam rentang waktu vaksin pertama itu sedang sakit sehingga harus menunggu sembuh dahulu tidak apa-apa, tidak ada berdampak buruk bagi tubuh.


Semoga bermanfaat, Metrofriends! Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi kami di nomor 021 - 520 3435 ext 1145.

Dr. Hilda Hamdi

General Practitioner RS MMC


Jadwal dokter dapat dilihat di website kami. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi MMC Hospital melalui Telepon atau WhatsApp.

 

Klik disini untuk pendaftaran konsultasi!



941 views0 comments