Isolasi Mandiri Tak Sekadar Berdiam Diri di Rumah

#PromosiKesehatanRumahSakitMMC #PromkesRSMMC

MetroHealth RS MMC - Kini, istilah isolasi mandiri sudah menjadi suatu hal yang normal bagi seluruh masyarakat di dunia, termasuk pula Indonesia. Banyak orang yang mengartikan bahwa isolasi mandiri merupakan istilah yang menggambarkan kegiatan seseorang yang hanya dilakukan di dalam rumah, sehingga mereka tidak diperkenankan untuk pergi keluar dari rumah.


Namun, apakah definisi tersebut sudah dirasa lengkap? Nyatanya, isolasi mandiri tak sekadar berdiam diri di rumah.


Isolasi mandiri bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi Covid-19 kepada orang lain di sekitar, seperti keluarga di rumah maupun orang di lingkungan tempat beraktivitas. Istilah isolasi mandiri juga lebih tepat ditujukan pada seseorang yang sedang sakit dengan gejala Covid-19 dan seseorang telah disarankan oleh tenaga medis untuk memisahkan diri dari orang lain, termasuk orang-orang yang tinggal dalam satu rumah, dengan jarak sejauh mungkin.


Sehingga, seseorang yang sudah dianjurkan untuk isolasi mandiri harus mengisolasi dirinya selama 14 hari. Bahkan, dengan keluarga yang berada dalam satu atap pun tidak diperkenankan terlebih dahulu untuk melakukan kegiatan secara bersama-sama.


Lalu, apa sih syarat seseorang hingga dianjurkan untuk isolasi mandiri?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, terdapat beberapa syarat sehingga seseorang akan dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri, antara lain:

  1. Didiagnosa dengan Covid-19, atau sedang menunggu hasil lab tes untuk Covid-19

  2. Memiliki gejala Covid-19 sekalipun dengan gejala ringan

  3. Riwayat kontak erat dengan orang yang suspect covid19, probable (kasus suspek dengan ISPA berat / Acute Respiratory Distress Syndrome / meninggal dengan gejala Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium rapid test – pcr), atau confirmed Covid-19.


Apa saja yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penularan?

  1. Tetap dirumah dan dapat di kontak

  2. Selalu gunakan masker saat berada dirumah. Terlebih jika ada anggota keluarga yang lain yang masih tinggal serumah.

  3. Gunakan ruang terpisah dari anggota keluarga lainnya dan jaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, diusahakan memiliki ventilasi udara yang baik, biarkan sinar matahari masuk, kamar jangan sampai lembab.

  4. Jagalah kebersihan tangan anda. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik (atau menggunakan hand-sanitizer berbahan dasar alkohol), dan keringkan dengan tisu sekali pakai atau handuk yang kering, ganti handuk bila basah.

  5. Terapkan etika batuk dan bersin dengan melindungi mulut Anda dengan lengan atas atau siku, bukan tangan Anda.

  6. Tentukan pengecekan suhu harian, amati batuk dan sesak nafas.

  7. Manfaatkan fasilitas telemedicine untuk konsultasi dengan tenaga medis.

  8. Melakukan desinfektan pada barang-barang yang digunakan harian. Anda dapat membersihkan kotoran debu dengan lap basah, kemudian gunakan hand-sanitizer berbahan dasar alkohol. Setidaknya satu kali sehari, bersihkan dan desinfektan (menggunakan pembersih rumah tangga biasa) permukaan yang sering disentuh, seperti meja, kran air, toilet, meja sebelah tempat tidur, gagang pintu, telepon genggam, dan remote TV.

  9. Hindari pemakaian barang pribadi bersama, seperti peralatan makan dan mandi, tempat tidur, dan perangkat / alat elektronik.

  10. Peralatan makan harus dibersihkan dengan sabun dan air tiap kali habis pemakaian.

  11. Hubungi segera fasilitas pelayanan Kesehatan jika sakit berlanjut seperti sesak nafas dan demam tinggi, untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

  12. Terapkan perilaku hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, selalu berada di ruang terbuka dan berjemur di bawah sinar matahari setiap pagi selama + 15-30 menit.

Selain itu, ternyata ada satu hal lain yang juga penting untuk dilakukan, yaitu manajemen sampah. Manajemen sampah yang dimaksud adalah semua sampah dapat dimasukkan ke dalam kantong plastik biasa dan terpisah dari sampah rumah tangga orang sehat.


MUST HAVE!

Apa saja sih persediaan yang patut dimiliki di rumah saat isolasi mandiri? Apakah masker saja sudah cukup, atau masih ada yang lain? Berikut ini daftar yang perlu kamu miliki saat isolasi mandiri!

  1. Masker (medical atau kain)

  2. Pelindung mata (faceshield atau goggles)

  3. Sarung tangan sekali pakai (jangan dipakai ulang)

  4. Tissue disposable

  5. Thermometer

  6. Obat OTC/Over-the-counter drug untuk Pereda demam (contoh: paracetamol)

  7. Air yang mengalir, Sabun, Detergen, dan Produk pembersih rumah tangga biasa

  8. Desinfektan

Nah, itulah tadi beberapa informasi lengkap seputar isolasi mandiri. Jadi, jika kamu atau orang di sekitar sedang dianjurkan untuk isolasi mandiri, coba terapkan hal-hal di atas ya! Tetap semangat dan salam sehat. (DDY)


Reference :

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ditjen P2P; “Protokol Isolasi Mandiri”

https://www.ottawapublichealth.ca/en/public-health-topics/self-isolation-instructions-for-novel-coronavirus-covid-19.aspx [Article 8 July 2020]

66 views0 comments