Kenali Prosedur Katerisasi Jantung

Updated: Jul 1


Metrohealth - Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang dan dinilai memiliki pengaruh paling besar dalam bidang kesehatan. Bidang kesehatan telah berevolusi dari fungsi diagnostik semata sampai menjadi pusat intervensi dan pengobatan khususnya pada bidang jantung dan pembuluh darah.


Jantung telah menjadi wadah penelitian yang bertujuan untuk memperluas batasan ilmu pengetahuan dalam mengidentifikasi serta menguji metode-metode terbaru dalam tatalaksana penyakit jantung dan pembuluh darah. Mengutip pada Buku Pedoman Cath Lab berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa di Indonesia, penyakit jantung dan pembuluh darah masih bertahan sebagai penyebab utama kematian. Angka prevalensi penyakit jantung di Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya prevalensi faktor risiko, seperti hipertensi dan obesitas.


Apa Itu Kateterisasi Jantung?

Kateterisasi berasal dari kata cardiac catheterization merupakan sebuah tindakan dengan cara memasukkan selang kecil (kateter) ke dalam pembuluh darah arteri dan/atau vena dan menelusurinya hingga ke jantung, pembuluh darah lainnya atau organ lain yang dituju dengan bantuan sinar-X.


Kateterisasi dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, tetapi kateterisasi jantung dan pembuluh darah juga membawa risiko serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Namun, apabila dilakukan dengan prosedur yang baik dan sesuai, maka insiden risiko dapat dikurangi hingga kurang dari 2%. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan fasilitas radiologi sinar-X sebagai bagian integral dari pelaksanaan kateterisasi jantung, oleh karena itu keselamatan radiologi menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika melaksanakan kateterisasi.


Perawatan Pada Pasien Kateterisasi Jantung

Pada pasien yang menjalankan kateterisasi jantung, terdapat 3 tahapan yang perlu dilakukan meliputi sebelum prosedur, selama prosedur serta setelah menjalani prosedur. Pada proses sebelum dilakukannya tindakan kateterisasi jantung, pasien wajib mendapat penjelasan mengenai prosedur kateterisasi jantung. Setelah mendapat penjelasan, maka pasien harus menandatangani lembar informed consent agar pasien dapat kooperatif saat dilakukannya tindakan. Tidak hanya itu, juga terdapat tindakan lain yang perlu dilakukan sebelum tindakan kateterisasi jantung yaitu pemeriksaan EKG 12 lead, pemeriksaan laboratorium dan diagnostik, puasa 4 - 6 jam sebelum dilakukannya tindakan kateterisasi, anastesi lokal, pemberian premedikasi sedatif ringan, pasien dengan insufisiensi ginjal harus dilakukan hidrasi dengan baik sebelum dan selama prosedur, serta apabila pasien memiliki riwayat alergi terhadap iodine, seafood, atau zat kontras sebaiknya diberikan zat kontras non ionik dan sebelum tindakan perlu diberikan steroid, antihistamin (dipenhidramin) dan H2 bloker (cimetidin atau ranitindin).


Selama proses menjalankan tindakan kateterisasi jantung, wajib dilakukan pemantauan atau monitor vital sign dan perubahan hemodinamik, perubahan status emosional pasien, kesadaran, respon vokal, dan ekspresi wajah yang menunjukkan ketidaknyamanan secara berkala. Sedangkan prosedur kateterisasi jantung telah selesai dijalankan, maka pasien masih perlu dipantau mengenai keluhan yang dirasakan seperti halnya nyeri dada, memonitor tanda-tanda vital dan adanya perdarahan serta tanda-tanda infeksi lainnya.


Kapan Harus Melakukan Kateterisasi Jantung?

Berdasarkan sumber Idea Nursing Journal, kateterisasi jantung dapat dilakukan pada orang yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Apabila merasakan beberapa gejala seperti gejala penyakit arteri koroner, penentuan prognosis pada pasien dengan penyakit arteri koroner, nyeri dada stabil dengan perubahan iskemik bermakna pada tes latihan, nyeri dada tanpa etiologi yang jelas, gangguan irama jantung atau aritmia (terasa lebih lambat, atau lebih cepat dari yang seharusnya), penyempitan pada pembuluh darah, terdapat penyempitan katup jantung, serta terdapat kelainan pada struktur jantung, maka kateterisasi jantung umumnya dianjurkan untuk dilakukan agar dokter dapat lebih mudah mengetahui kondisi jantung dengan lebih detail.


Tips Menjaga Kesehatan Jantung

Untuk itu, beberapa hal sederhana dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung agar tetap sehat. Usahakan untuk tetap melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, hindari aktivitas merokok, jaga berat badan agar tetap stabil dengan menjaga pola makan yang sehat, seimbang dan pilih makanan yang rendah lemak juga rendah kadar gula. Penting juga untuk mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur, kurangi pemakaian garam secara berlebih juga usahakan untuk tetap mengkonsumsi kandungan protein seperti ikan paling tidak seminggu dua kali.


Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kateterisasi jantung, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layananMetroviaatau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. (AR)

Tim Dokter Cardiovascular Cluster Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre


38 views0 comments