Our Patient’s Story: Aritmia Pada Kehamilan Pertama, Ablasi Setelah Kehamilan Kedua

Updated: May 21, 2021


Metrohealth RS MMC - MetroFriends, pernahkah kalian merasa tiba-tiba jantung berdetak tidak beraturan walau sedang tidak melakukan aktivitas berat? Jantung yang berdebar terlalu cepat atau terlalu lambat dari normalnya 60 hingga 100 kali dalam satu menit, bisa jadi karena adanya gangguan irama jantung. Pada beberapa kasus, gangguan irama jantung dapat menimbulkan gejala cukup serius dan mengancam keselamatan nyawa si penderita.


Berikut cerita pasien Rumah Sakit MMC yang mengalami Aritmia (gangguan irama jantung) dan penjelasan dari dr. Dicky Hanafy, Sp.JP(K), spesialis dokter jantung dan pembuluh darah di RS MMC.


Gangguan Aritmia Dirasakan Sejak Kehamilan Pertama

Ibu Maulina adalah salah satu pasien RS MMC yang mengalami gangguan jantung berdetak tidak beraturan dalam kehamilan pertama dan keduanya. Awalnya di kehamilan pertama, beliau merasa suka berdebar-debar, namun tidak dihiraukan karena berpikir hanya pengaruh kehamilan saja. Akan tetapi, setelah melahirkan pun Ibu Maulina masih merasa berdebar yang tak beraturan. Dokter pun sudah menyarankan untuk menjalankan tindakan Ablasi saat itu. Namun perasaan takut masih menguasai, yang pada akhirnya tidak jadi mengambil tindakan Ablasi tersebut.


Lalu pada kehamilan kedua, Ibu Maulina berkonsultasi dengan dr. Dicky Hanafy, Sp.JP(K) yang memang menyarankan untuk tindakan Ablasi. Tapi dalam kondisi hamil, dokter pun mengatakan bahwa prosesnya bisa dilakukan setelah Bu Maulina melahirkan. Sambil mengumpulkan keberanian, Ibu Maulina kembali berkonsultasi dengan dokter setelah proses kelahiran anak kedua, serta melakukan tindakan Ablasi di RS MMC dengan dr. Dicky.


Menurut dr. Dicky, kelainan yang dialami Ibu Maulina adalah suatu kelainan irama jantung yang menyebabkan pasien akan merasa debaran jantung secara tiba-tiba dan denyut cepat sekali (di atas normal). Itu tentu membuat pasien merasa tidak nyaman.


Durasi debaran pada penderita Aritmia bisa terjadi sering cukup lama, tapi terkadang bisa juga hanya sebentar. Yang menjadi masalah di sini adalah pencetusnya seringkali tidak ada. Ketika terjadi konslet (arus listrik pendek) secara tiba-tiba di dalam jantung, itu yang membuat jantung “berlari” dengan cepat.


Prosedur Tindakan Ablasi

Dokter spesialis jantung biasanya akan menggunakan bius lokal yang kecil, dibuat kebas di daerah pangkal paha, kemudian dimasukkan kateter atau selang kecil (disebut juga Catheter Sheath) ke dalam pembuluh darah. Melalui Catheter Sheath yang dibuat cukup fleksibel, dikenal juga dengan Ablation Catheter, dimasukkan menyusuri pembuluh darah sampai ke jantung.


Kateter Ablasi akan mencari atau melakukan pemetaan terhadap irama jantung yang ada. Akan dilakukan pemetaan 3D untuk mencari gangguan irama jantung. Apabila sudah ditemukan gangguan yang ada, maka selanjutnya akan dilakukan perbaikan irama jantung dengan cara Ablasi.


Ablasi ini akan menggunakan energi frekuensi radio, lalu dipanaskan jaringan, sehingga gangguan irama tersebut jadi lebih baik. Ablasi itu bisa dilakukan dua cara sesuai area gangguan yang ditemukan. Bisa secara Focal jika hanya ditemukan di beberapa titik saja/ daerah yang kecil. Tetapi apabila gangguan iramanya lebih luas, maka dilakukan modifikasi substrat atau disebut Remodelling Substrate.


Setelah dilakukan Ablasi di daerah-daerah yang mengalami gangguan listrik tadi, maka irama akan kembali menjadi normal.


Manfaat Ablasi Bagi Pasien Aritmia

Manfaat utama dari Ablasi adalah untuk memperbaiki arus listrik berlebih yang mengganggu irama jantung. Seperti pada beberapa pasien tertentu, contohnya kasus Bu Maulina, memiliki arus listrik berlebih sehingga terjadi hubungan pendek atau konslet, yang kemudian diperbaiki dengan teknik Ablasi. Hasilnya pasien tidak akan merasa memiliki debaran jantung tidak beraturan lagi, sehingga bisa menjalani kehidupannya dengan normal kembali.


Pemaparan lengkap dengan simulasi prosedur dapat dilihat dalam Channel Youtube @MMChospital. Silahkan dapat ditonton di sini:

https://www.youtube.com/watch?v=N5W64D_B8SE&t=188s


Terus kontrol kesehatan jantung dan konsultasikan dengan dokter spesialis kami jika mengalami gangguan kesehatan. Salam sehat! (CAT)

Dr. Dicky Hanafy, Sp.JP(K)

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS MMC


Jadwal dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dapat dilihat di website kami. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi MMC Hospital melalui Telepon atau WhatsApp.

 

Klik disini untuk pendaftaran konsultasi!


251 views0 comments