Pentingnya Menjaga Skin Barrier Sebagai Pelindung Kulit


Metrohealth - Adakah dari MetroFriends yang sudah rutin menggunakan skincare namun permasalahan kulit masih terus berlanjut? penggunaan skincare menjadi salah satu kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang agar kulit menjadi lebih sehat. Sekarang, ada kebiasaan lain yang mulai banyak orang lakukan yaitu menjaga skin barrier.

Bagi sebagian orang, istilah skin barrier mungkin masih jarang diketahui dan biasanya istilah tersebut ada pada iklan produk skincare karena dianggap sebagai garda terdepan terhadap perlindungan kulit. Apabila mengalami hal diatas, mungkin saja skin barrier anda telah mengalami kerusakan. Sampailah pada pertanyaan, apa itu skin barrier? bagaimana ciri - cirinya? serta beragam pertanyaan details lainnya terkait skin barrier. Yuk, mari bahas bersama soal skin barrier!


Apa Itu Skin Barrier?

Sejatinya, kulit adalah organ dinamis yang menciptakan epidermis sepanjang hidup seseorang melalui pembelahan dan diferensiasi sel. Mengutip pada laman Jurnal Epidermal Skin Barrier, Skin barrier merupakan bagian penghalang kulit epidermis yang memungkinkan metabolisme biokimia normal, dan melindungi kulit dari pengeringan dan faktor eksternal yang berbahaya.


Skin barrier terbagi menjadi 4 jenis yaitu physical, chemical, biochemical dan immunological. Penelitian lain terkait skin barrier telah muncul sebagai bidang studi paling populer di industri dermatologi dan kosmetik karena kepentingan estetikanya Oleh karena itu, penting untuk memahami mekanisme dan faktor-faktor yang mengontrol proses serta komponen utama dari skin barrier.


Mengapa Skin Barrier Bisa Rusak?

Meskipun berperan sebagai pelindung kulit, namun tidak selamanya skin barrier dapat menjaga keutuhan kulit agar tidak rusak. Beberapa faktor berikut dapat menimbulkan kerusakan pada skin barrier seperti:

  • Terkena paparan sinar matahari yang terlalu sering

  • Cuaca yang terlalu panas ataupun terlalu dingin

  • Lingkungan yang terlalu kering ataupun lembab

  • Menggunakan exfoliating acids berlebih sehingga terjadi pengelupasan kulit atau over exfoliation yang dapat mengikis skin barrier.

  • Menggunakan sabun dengan pH yang tinggi

  • Radiasi UV


Ciri - Ciri Skin Barrier Rusak

Kulit dalam kondisi sehat ataupun tidak dapat terlihat melalui ciri - cirinya baik yang termanifestasi maupun yang dirasakan. Sama halnya pada skin barrier juga memiliki beberapa ciri kerusakan yang bisa dirasakan seperti:

  • Kulit kusam dan kering karena menurunnya kelembaban alami yang otomatis juga menurunkan kemampuan regenerasi pada kulit

  • Kulit yang bersisik, kasar, mengelupas dan juga gatal karena menipisnya skin barrier sehingga memudahkan bakteri untuk masuk ke dalam kulit.

  • Kulit yang meradang

  • Kulit menjadi kemerahan yang terasa sangat berminyak, kasar, dan mudah berjerawat yang disebabkan oleh penggunaan acids, retinol serta vitamin C dan butiran scrub berlebih hingga dapat menyebabkan kulit tampak kemerahan karena adanya pengangkatan sel kulit mati.

Oleh karena itu, apabila mengalami ciri - ciri diatas dapat segera mengambil tindakan agar kondisi kulit tidak semakin memburuk.

Bagaimana Cara Agar Skin Barrier Tetap Terjaga?

Setelah mengenal apa itu skin barrier, ciri - ciri serta penyebab terjadinya, maka sudah tergambar jelas seberapa pentingnya menjaga skin barrier sebagai garda terdepan dalam perlindungan kulit. Untuk itu, perlu dilakukan upaya agar skin barrier tetap sehat seperti kembali menggunakan skincare dengan seperlunya dan sewajarnya. Lalu gunakan pembersih wajah dengan pH yang rendah agar tidak memunculkan luka mikro sebagai penyebab rusaknya skin barrier. Hindari juga paparan sinar matahari yang dapat mengikis skin barrier, oleh karena itu disarankan untuk menggunakan sunscreen.


Selanjutnya, jangan biarkan kulit menjadi kering dengan menggunakan pelembab yang mengandung asam hialuronat, petrolatum atau gliserin. Terakhir, menjaga skin barrier agar tetap sehat juga memerlukan asupan makanan yang mengandung serat serta vitamin dibantu dengan pengelolaan stress yang baik agar tidak memicu masalah pada kulit lainnya seperti jerawat.


Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan kulit, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan Metrovia atau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang dapat ditemui di Aesthetic Cluster lantai 7 Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre.(AR)


47 views0 comments