top of page

Tidak Perlu Khawatir, Ini Panduan Isolasi Mandiri Pada Anak

Bersama Dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Klik disini untuk cek jadwal dokter!

Metrohealth RS MMC - MetroFriends, kasus COVID-19 yang masih berada di sekitar kita harus selalu kita waspadai dengan protokol kesehatan ketat. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus COVID-19 pada anak di Indonesia saat ini sekitar 12%, dengan case fatality mencapai 3-5%. Angka ini harus menjadi perhatian kita bersama untuk mencegah kenaikan angka kasus COVID-19 pada anak.


Jika memiliki anak yang terpapar COVID-19, tidak perlu panik dan khawatir, berikut beberapa panduan yang dapat diperhatikan selama isolasi mandiri pada anak yang disampaikan oleh dr. Reza Fahlevi, Sp.A. (lihat juga di sini - Channel Youtube MMC Hospital)

Bagaimana gejala dan tanda yang dialami anak dengan COVID-19?

COVID-19 pada anak gejalanya sangat bervariasi dengan rentang yang berbeda-beda. Bisa dikategorikan dengan yang tidak bergejala, bergejala ringan, hingga berat. Gejala COVID-19 pada anak yang umumnya muncul seperti:

  • Demam

  • Batuk

  • Pilek

  • Nyeri tenggorokan

  • Sakit kepala

  • Memiliki gangguan pencernaan, seperti mual/muntah, diare

  • Lemas

  • Sesak nafas

Bisa juga gangguannya hingga penurunan kesadaran pada anak, penurunan indra penciuman dan yang lainnya.

Apakah anak dengan COVID-19 harus dirawat?

Tidak semua anak dengan COVID-19 harus dirawat. Jika anak mengalami gejala ringan, sebaiknya dilakukan isolasi mandiri di rumah. Namun jika anak mengalami gejala sedang hingga berat, atau memiliki komorbid (penyakit penyerta/ penyakit kronis sebelumnya), sebaiknya anak dirawat di rumah sakit agar dapat dipantau dengan ketat.


Gejala berat itu dapat seperti:

  • Kesulitan bernafas atau sesak nafas

  • Demam tinggi lebih dari 39 derajat

  • Terjadi penurunan kesadaran

  • Munculnya tanda-tanda dehidrasi

  • Dan tanda-tanda lainnya yang memerlukan pemantauan di rumah sakit


Apa yang harus disiapkan orang tua bagi anak yang perlu isolasi mandiri?

1. Menentukan siapa penjaga anak. Jika kondisi anak tersebut positif, sedangkan anggota keluarga lainnya negatif, maka sebaiknya memilih orang dewasa yang tidak memiliki penyakit komorbid untuk membantu merawat. Hal ini untuk mengurangi resiko terinfeksi fatal pada penjaga anak.


2. Mempersiapkan alat-alat kesehatan, seperti:

  • Termometer (pengukur suhu tubuh)

  • Oximeter (pengukur saturasi oksigen dan frekuensi nadi)

  • Masker medis

  • Hand sanitizer

3. Siapkan ruangan khusus untuk isolasi anak di rumah. Jangan menggabungkan anak dengan anggota keluarga lain yang negatif. Perhatikan juga ventilasi udara di dalam kamar atau rumah agar tetap ada sirkulasi udara.


4. Memiliki kontak dokter atau rumah sakit apabila sewaktu-waktu diperlukan untuk mendapat informasi kesehatan dengan lebih cepat, tepat dan efektif.


Penanganan seperti apa yang perlu dilakukan orang tua saat anak melakukan isolasi mandiri?

Orang tua harus memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi dengan baik. Hal tersebut termasuk:

  • Makan dan minum yang cukup

  • Istirahat yang cukup

  • Pemberian obat-obatan sesuai anjuran dokter, termasuk juga suplemen untuk anak

  • Pemantauan kondisi umum anak: suhu tubuh dan oksigen (frekuensi napas anak) harus dilakukan pagi dan malam hari

  • Apabila ditemukan tanda kegawatan, maka orang tua harus sigap untuk membawa anak ke rumah sakit.



Jika ibu positif COVID-19, apakah bisa tetap menyusui atau memberikan ASI bagi anaknya?

Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat (CDC) menyebutkan bahwa pemberian ASI bagi ibu yang positif COVID-19 masih diperbolehkan. Namun tetap perlu diingat bahwa ada resiko penularan saat pemberian ASI berlangsung.


Apa yang harus dilakukan ibu dengan status positif COVID-19 ketika ingin menyusui anaknya dengan aman?

Ibu yang memilih memberikan ASI secara langsung, harus memperhatikan protokol kesehatan seperti:

  1. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir

  2. Memakai masker

Begitu juga jika ibu yang ingin memberikan ASI dengan cara memompa atau memerah ASI, maka perlu diperhatikan hal-hal seperti:

  1. Mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir

  2. Memakai masker selama memompa ASI

  3. Membersihkan segala peralatan pompa ASI seperti botol ASI agar tidak menularkan Covid pada bayinya.

Orang tua harus selalu waspada agar penyakit COVID-19 pada anak dapat tertangani dengan tepat dan perhatikan jika ada gejala kegawatdaruratan seperti:

  • Sesak nafas

  • Nyeri dada

  • Merasa lemas

  • Asupan makan berkurang

  • Kejang

  • Tanda-tanda dehidrasi

Segera bawa anak ke rumah sakit terdekat jika menemukan tanda-tanda di atas. Jika orang tua ingin melakukan konsultasi, bisa juga lakukan Telemedicine di RS MMC (Whatsapp 0817-9874-201).


Tetap sehat dan lindungi keluarga Anda selalu! (CAT)


Sumber: dr. Reza Fahlevi, Sp.A, IDAI


Dr. Reza Fahlevi, Sp.A

Dokter Spesialis Kesehatan Anak


Jadwal dokter Spesialis Anak dapat dilihat di website kami. Informasi dan pendaftaran dapat menghubungi MMC Hospital melalui Telepon atau WhatsApp.

 

Klik disini untuk pendaftaran konsultasi!




48 views0 comments
bottom of page