top of page

Tips untuk MetroFriends Tentang Anak Berpuasa

Updated: Jul 1, 2022

Bersama Dr, Reza Fahlevi, Sp.A

Dokter Spesialis Anak MMC Hospital


Klik disini untuk cek jadwal dokter!

Metrohealth - Bulan Ramadhan tiba, kawan-kawan umat muslim merayakan ibadah setahun sekali ini selama sebulan penuh. Diperingatinya Ramadhan ini merupakan waktu terbaik untuk belajar menyeimbangkan diri dan kontrol diri.


Bagi Seorang muslim, puasa di bulan Ramadhan merupakan suatu kewajiban yang dijalani ketika sudah remaja atau akil balig. Para orang tua banyak yang sudah sedari dini mengajarkan anaknya untuk berpuasa, tahap demi tahap belajar berpuasa yang diajarkan biasanya dengan berpuasa setengah hari atau sampai waktu salat Dzuhur. Ketika nantinya anak sudah terbiasa dengan berpuasa hingga waktu dzuhur, orang tua memundurkan lagi waktu berbuka menjadi sama seperti orang dewasa yaitu waktu Maghrib.


Mungkin sebagian anak bertanya kalau dari sisi kesehatan, sebenarnya apa sih manfaat puasa itu? Untuk menjawab pertanyaan ini, Dr. Reza Fahlevi, Sp.A, Dokter Spesialis Anak Metropolitan Medical Centre menjawab beberapa pertanyaan terkait beberapa hal yang perlu MetroFriends ketahui tentang anak berpuasa, antara lain:


Pada Usia berapa anak boleh berpuasa?

Pada dasarnya, tidak ada pedoman medis yang secara jelas menyatakan usia yang tepat bagi anak untuk mulai berpuasa. Namun, dilihat dari tahapan tumbuh kembangnya, anak usia sekolah sudah paham tentang puasa. Makanya menurut saya ini usia yang tepat untuk mengajarkan puasa pada anak. Sebelum anak memasuki usia sekolah, MetroFriends dapat mengenalkan puasa pada anak, seperti mengajak mereka makan sahur atau berbuka puasa bersama.

Ketika anak sudah masuk usia sekolah, MetroFriends dapat mengajarkan anak-anak untuk berpuasa secara perlahan, seperti setengah hari dulu dan menambah durasinya secara perlahan hingga anak siap untuk berpuasa sehari penuh. Dengan begitu, anak-anak akan lebih siap ketika mereka harus melakukan puasa penuh setelah pubertas, ketika puasa penuh sudah dianggap sebagai kewajiban dalam agama Islam.


Manfaat Puasa untuk anak?

Menurut Dokter Reza, ada 2 manfaat berpuasa untuk anak yang pertama secara mental mengajarkan anak untuk mengendalikan diri, termasuk emosi dan perilaku, jujur ​​pada diri sendiri, disiplin, serta meningkatkan kesadaran beragama dan berkeyakinan.

Yang kedua secara fisik dapat mencegah obesitas pada anak dan mempersiapkan tubuh mereka untuk mengatasi stressor seperti rasa lapar yang mungkin akan terjadi di kemudian hari karena berbagai sebab.


Makanan apa saja yang aman untuk anak berpuasa?

Lanjut menurut Dokter Reza, pada dasarnya karena gizi merupakan salah satu pondasi terpenting bagi tumbuh kembang anak, maka orang tua harus memastikan asupan gizi untuk anak tercukupi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.

Orang tua harus memastikan anak yang berpuasa mendapat makanan bergizi yang mengandung zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, serta zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral.


Makanan apa saja yang aman untuk anak saat berbuka puasa?

Tidak apa-apa memberikan minuman manis atau snack terlebih dahulu untuk mendapatkan bahan bakar energi cepat bagi tubuh mereka setelah berpuasa. Namun, harap diingat bahwa air tawar selalu lebih baik untuk tubuh mereka dibandingkan dengan minuman manis lainnya. Makanan yang mengandung gizi seimbang seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral juga jauh lebih baik dibandingkan dengan makanan dominan karbohidrat yang biasa kita makan saat berbuka puasa. Jadi, menurut saya orang tua harus lebih banyak menyiapkan makanan bernutrisi saat berbuka atau sahur untuk memastikan pemenuhan nutrisi anak selama berpuasa.


Apakah anak membutuhkan vitamin untuk mendukungnya berpuasa?

Jawabannya adalah tergantung. Selama orang tua dapat menjaga pemenuhan nutrisi anak selama puasa, kita tidak perlu memberikan suplementasi secara rutin. Namun bila pemenuhan gizi tidak dapat dicapai dari makanan yang dimakan anak, atau dalam kondisi tertentu suplemen seperti vitamin dan mineral dalam takaran yang tepat dapat diberikan untuk anak yang berpuasa.


Apa yang harus diperhatikan(dari segi kesehatan) saat anak berpuasa?

Ada empat hal yang harus diperhatikan orang tua:

1. Gangguan pencernaan seperti sakit perut, kembung, muntah dll

2. Tanda dehidrasi: anak mengantuk terlihat sangat lelah, mata cekung, mulut dan bibir kering, kulit kurang elastis, urin sedikit dan pekat.

3. Tanda-tanda hipoglikemia seperti mengantuk terus menerus, keringat dingin, menggigil, kontraksi menurun dll

4. Khusus untuk anak-anak dengan kondisi medis seperti penyakit kronis dan masalah gizi, orang tua harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memulai puasa penuh untuk anak-anak.


Jika MetroFriends masih ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai apa yang harus dikonsumsi anak pada saat berpuasa, dapat langsung menghubungi layanan Telemedicine atau berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre.(NAM)



Dr. Reza Fahlevi, Sp.A

14 views0 comments
bottom of page