Search 

140 items found

Blog Posts (125)

  • Hari Anti Narkotika Sedunia (26 Juni 2022): Selamatkan Nyawa, Jauhi Narkotika!

    Metrohealth - Penyalahgunaan narkoba masih sering terdengar di televisi maupun surat kabar menjadi salah satu masalah terbesar yang sedang dihadapi Indonesia. Berbagai macam dampak buruknya dapat mengancam generasi muda dan masa depan bangsa Indonesia. Ragamnya faktor seperti lingkungan sosial yang tidak baik dapat berpengaruh besar dalam diri tiap individu, baik dalam pemikiran, tingkah laku, maupun kebiasaan. Narkoba merupakan zat atau obat baik bersifat alamiah maupun sintetis yang dapat menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang. Juga dapat disimpulkan bahwa narkoba adalah penggunaan obat di luar indikasi medis, tanpa instruksi atau resep dokter yang penggunaannya bersifat patologis (menyebabkan hambatan) dan membuat hambatan dalam kegiatan di rumah dan di sekolah atau kampus, tempat kerja dan lingkungan sosial. Di Indonesia, terdapat beberapa jenis narkoba yang dikonsumsi pecandu yaitu sabu, ekstasi, ganja, kokain, dan lain-lain. Bahaya dan Dampak Narkoba Narkoba mempunyai dampak negatif yang sangat luas baik secara fisik, psikis, ekonomi, sosial, budaya, dan lain - lain. Secara lebih rinci, mari simak pembahasan berikut: Dehidrasi Penyalahgunaan narkoba dapat menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang, maka menyebabkan badan menjadi kekurangan cairan Halusinasi Halusinasi menjadi salah satu dampak yang banyak dirasakan oleh para pengguna narkoba seperti ganja. Lebih dalam lagi, halusinasi dapat berdampak bagi kesehatan jiwa seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan yang berlebih. Menurunnya Kualitas Hidup Hal ini disebabkan karena sulitnya berkonsentrasi ketika melakukan aktivitas, sehingga seseorang yang mengonsumsi narkoba akan menjadi tidak optimal dalam menjalani keseharian. Rusaknya peredaran darah dan jantung dikarenakan pengotoran darah oleh zat-zat yang mempunyai efek yang sangat keras. Pernapasan tidak dapat bekerja dengan baik sehingga mudah merasa lelah. Kematian. Apabila seseorang telah kecanduan narkoba, hal terparah yang akan terjadi adalah kematian akibat konsumsi obat yang berlebihan atau yang biasa disebut overdosis. Apa Yang Harus Dilakukan? Meskipun banyak faktor yang terjadi dalam kehidupan, tentu narkoba bukanlah solusinya. Masih banyak solusi lainnya yang dapat dilakukan, seperti: Temukan cara mengatasi stress dengan melakukan aktivitas fisik berolahraga, kesenian, kegiatan sosial dan kegiatan lainnya. Carilah teman/sharing group untuk sharing permasalahan guna meringankan beban pikiran. Jadikanlah rumah sebagai wadah untuk berteduh dengan menjaga pola komunikasi yang harmonis antar seluruh anggota keluarga. Jauhi lingkungan yang dirasa berbahaya serta mengancam. Apabila merasa segala masalah yang dihadapi sudah berada diluar kapasitas, dapat melakukan terapi atau konseling kepada professional. Pertahankan gaya hidup atau hal positif lainnya yang membuat diri sendiri senang. “Say no to drugs” menjadi langkah serta pedoman utama yang dapat dilakukan untuk menjauhi penggunaan narkoba atau narkotika. Jangan membuang masa depan hanya untuk pelarian sejenak dari masalah. Ketika seseorang sudah terlanjur menggunakan narkoba, keluarga, terutama orang tua dan kerabat juga akan merasakan sakitnya penggunaan narkoba. Maka, selalu usaha untuk luangkan waktu berkomunikasi dengan orang yang dapat dipercaya agar dapat menguatkan diri dari hal-hal negatif seperti narkoba. Pencegahan dan pemberantasan narkoba tentu tidak akan optimal apabila tidak dimulai dari komitmen diri. Yuk, MetroFriends selamatkan nyawa dan sayangi diri dimulai dari sebuah komitmen dengan menolak tegas ajakan narkoba serta sadar akan bahaya penyalahgunaan narkotika. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai gangguan adiksi terhadap narkotika, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan Metrovia atau dapat berkonsultasi langsung dengan tim Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. (AR)

  • Kenali Prosedur Katerisasi Jantung

    Metrohealth - Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang dan dinilai memiliki pengaruh paling besar dalam bidang kesehatan. Bidang kesehatan telah berevolusi dari fungsi diagnostik semata sampai menjadi pusat intervensi dan pengobatan khususnya pada bidang jantung dan pembuluh darah. Jantung telah menjadi wadah penelitian yang bertujuan untuk memperluas batasan ilmu pengetahuan dalam mengidentifikasi serta menguji metode-metode terbaru dalam tatalaksana penyakit jantung dan pembuluh darah. Mengutip pada Buku Pedoman Cath Lab berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa di Indonesia, penyakit jantung dan pembuluh darah masih bertahan sebagai penyebab utama kematian. Angka prevalensi penyakit jantung di Indonesia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya prevalensi faktor risiko, seperti hipertensi dan obesitas. Apa Itu Kateterisasi Jantung? Kateterisasi berasal dari kata cardiac catheterization merupakan sebuah tindakan dengan cara memasukkan selang kecil (kateter) ke dalam pembuluh darah arteri dan/atau vena dan menelusurinya hingga ke jantung, pembuluh darah lainnya atau organ lain yang dituju dengan bantuan sinar-X. Kateterisasi dapat menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah, tetapi kateterisasi jantung dan pembuluh darah juga membawa risiko serius dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Namun, apabila dilakukan dengan prosedur yang baik dan sesuai, maka insiden risiko dapat dikurangi hingga kurang dari 2%. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan fasilitas radiologi sinar-X sebagai bagian integral dari pelaksanaan kateterisasi jantung, oleh karena itu keselamatan radiologi menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan ketika melaksanakan kateterisasi. Perawatan Pada Pasien Kateterisasi Jantung Pada pasien yang menjalankan kateterisasi jantung, terdapat 3 tahapan yang perlu dilakukan meliputi sebelum prosedur, selama prosedur serta setelah menjalani prosedur. Pada proses sebelum dilakukannya tindakan kateterisasi jantung, pasien wajib mendapat penjelasan mengenai prosedur kateterisasi jantung. Setelah mendapat penjelasan, maka pasien harus menandatangani lembar informed consent agar pasien dapat kooperatif saat dilakukannya tindakan. Tidak hanya itu, juga terdapat tindakan lain yang perlu dilakukan sebelum tindakan kateterisasi jantung yaitu pemeriksaan EKG 12 lead, pemeriksaan laboratorium dan diagnostik, puasa 4 - 6 jam sebelum dilakukannya tindakan kateterisasi, anastesi lokal, pemberian premedikasi sedatif ringan, pasien dengan insufisiensi ginjal harus dilakukan hidrasi dengan baik sebelum dan selama prosedur, serta apabila pasien memiliki riwayat alergi terhadap iodine, seafood, atau zat kontras sebaiknya diberikan zat kontras non ionik dan sebelum tindakan perlu diberikan steroid, antihistamin (dipenhidramin) dan H2 bloker (cimetidin atau ranitindin). Selama proses menjalankan tindakan kateterisasi jantung, wajib dilakukan pemantauan atau monitor vital sign dan perubahan hemodinamik, perubahan status emosional pasien, kesadaran, respon vokal, dan ekspresi wajah yang menunjukkan ketidaknyamanan secara berkala. Sedangkan prosedur kateterisasi jantung telah selesai dijalankan, maka pasien masih perlu dipantau mengenai keluhan yang dirasakan seperti halnya nyeri dada, memonitor tanda-tanda vital dan adanya perdarahan serta tanda-tanda infeksi lainnya. Kapan Harus Melakukan Kateterisasi Jantung? Berdasarkan sumber Idea Nursing Journal, kateterisasi jantung dapat dilakukan pada orang yang memiliki risiko tinggi terkena penyakit kardiovaskular. Apabila merasakan beberapa gejala seperti gejala penyakit arteri koroner, penentuan prognosis pada pasien dengan penyakit arteri koroner, nyeri dada stabil dengan perubahan iskemik bermakna pada tes latihan, nyeri dada tanpa etiologi yang jelas, gangguan irama jantung atau aritmia (terasa lebih lambat, atau lebih cepat dari yang seharusnya), penyempitan pada pembuluh darah, terdapat penyempitan katup jantung, serta terdapat kelainan pada struktur jantung, maka kateterisasi jantung umumnya dianjurkan untuk dilakukan agar dokter dapat lebih mudah mengetahui kondisi jantung dengan lebih detail. Tips Menjaga Kesehatan Jantung Untuk itu, beberapa hal sederhana dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan jantung agar tetap sehat. Usahakan untuk tetap melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, hindari aktivitas merokok, jaga berat badan agar tetap stabil dengan menjaga pola makan yang sehat, seimbang dan pilih makanan yang rendah lemak juga rendah kadar gula. Penting juga untuk mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur, kurangi pemakaian garam secara berlebih juga usahakan untuk tetap mengkonsumsi kandungan protein seperti ikan paling tidak seminggu dua kali. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kateterisasi jantung, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layananMetroviaatau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. (AR) Tim Dokter Cardiovascular Cluster Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre

  • Fakta Kanker Prostat yang harus MetroFriends Ketahui

    Metrohealth - Halo MetroFriends, pernahkah kalian mendengar istilah penyakit kanker prostat? Pada kesempatan kali ini, MetroHealth RS MMC ingin membahas lebih dalam soal kanker prostat. Yuk, disimak pembahasan dibawah ini! Prostat sendiri merupakan bagian dari sistem reproduksi pria, yang meliputi penis, prostat dan testikel. Prostat, sebagai kelenjar asesorius terbesar pada pria, terletak tepat di bawah buli dan berada di sisi anterior dari rektum, berukuran sebesar buah kenari dan mengelilingi uretra pars prostatika Sehingga kanker prostat adalah salah satu penyakit yang menyerang organ reproduksi pria paling utama di negara barat dengan tingkat keganasan penyebab kematian yang berisiko tinggi. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia bahwa pada tahun 2008, kanker prostat telah menyebabkan kematian sebanyak 94.000 di Eropa dan lebih dari 28.000 kematian di Amerika Serikat pada 2012. Di AS dapat diketahui bahwa lebih dari 90% kanker prostat ditemukan pada stadium dini dan regional, dengan angka kesintasan (survival rate) 5 tahun mendekati 100%. Dibandingkan 25 tahun lalu, tentu angka tersebut sudah jauh lebih baik dimana yang sebelumnya hanya mencapai 69%. Barnes pada tahun 1969 menemukan angka kesintasan 10 tahun dan 15 tahun untuk Kanker prostat stadium dini hanya sebesar 50% dan 30%.Rasio insidensi terhadap mortalitas sebesar 5.3 pada tahun 2000. Angka mortalitas juga berbeda pada tiap negara, yang tertinggi di Swedia (23 per 100.000 penduduk) dan terendah di Asia (<5 per 100.000 penduduk). Rata - rata insiden kanker prostat di Asia adalah 7,2 per 100.000 pria per-tahun. Terdapat sekitar 95% pasien didiagnosa pada rentang usia 45 – 89 tahun (usia rerata 72 tahun) Khususnya di Indonesia sendiri, selama 8 tahun terakhir berdasarkan data pada 3 RS pusat pendidikan yang berlokasi di Jakarta, Surabaya dan Bandung berjumlah 1.102 pasien. Faktor Risiko Kanker Prostat Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker prostat yang perlu MetroFriends ketahui, diantaranya: Ras: Di Amerika Serikat, orang - orang dengan ras Afrika memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker prostat, dibandingkan orang Asia maupun Hispanik. Usia: Risiko kanker prostat meningkat dengan cepat pada usia diatas 40 tahun. Riwayat keluarga: Risiko terkena kanker prostat akan meningkat 2 kali lipat apabila seorang laki-laki yang memiliki ayah atau saudara laki laki yang terdiagnosa kanker pada usia 50 tahun. Juga pada laki - laki yang memiliki dua atau lebih keluarga mengidap kanker prostat, maka akan meningkat tujuh sampai delapan kali lipat lebih tinggi. Diet dan gaya hidup: Mengkonsumsi terlalu banyak lemak jenuh,daging merah, namun tidak disertai dengan konsumsi sayur dan buah juga dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat. Gejala Kanker Prostat Pada stadium awal, biasanya kanker prostat hampir selalu tanpa gejala (asimtomatik). Namun, kecurigaan akan meningkat apabila pasien merasakan gejala lain, seperti nyeri tulang, patah tulang patologis, atau mielosupresion, gangguan berkemih, nyeri saat ejakulasi, cairan semen yang bercampur darah (hematospermia) akibat invasi sel kanker ke vesikula seminalis, disfungsi ereksi, edema tungkai akibat penyebaran sel kanker ke Kelenjar Getah Bening (KGB), anoreksia, penurunan berat badan yang patologis. Pemeriksaan melalui tes PSA akan direkomendasikan pada usia 50 tahun, sedangkan mereka yang memiliki riwayat keluarga disarankan untuk melakukan tes PSA sebelum usia 40 tahun. Penanganan Utama Kanker Prostat Pemeriksaan utama dalam menegakkan Kanker prostat adalah anamnesis perjalanan penyakit, pemeriksaan colok dubur, PSA (Prostate Specific Antigen) serta ultrasonografi transrectal/ transabdominal. Lalu juga terdapat pemeriksaan fisik lain, seperti pemeriksaan KGB lokal dan jauh, pemeriksaan neurologis yang berdasarkan keluhan. pemeriksaan kadar PSA, pemeriksaan laboratorium hematologi lengkap, urinalysis, tes fungsi ginjal, kadar fosfatase alkali, pemeriksaan Ultrasonografi Transrektal (TRUS), biopsi dengan TRUS-guided atau TURP, bone scan, CT scan dan MRI. Diagnosis juga didapatkan dari hasil biopsi prostat atau spesimen operasi berupa adenokarsinoma. Selain itu pemeriksaan histopatologis akan menentukan derajat dan penyebaran tumor. Tatalaksana Kanker Prostat Mengutip Jurnal Radioterapi dan Onkologi Indonesia, menyebutkan bahwa terdapat beberapa panduan penatalaksanaan kanker prostat yang umum digunakan seperti tatalaksana menurut National Comprehensive Cancer Network (NCCN), European Association of Urology (EAU) dan panduan yang ada di Indonesia adalah panduan dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI). Tatalaksana yang dapat dilakukan adalah active monitoring (pemantauan secara aktif dan seksama dari tumor prostat, sampai diperlukannya terapi yang lebih lanjut), pembedahan, radioterapi, terapi lokal dan terapi hormonal. Menjaga dan mengatur pola hidup sehat sangat diperlukan untuk membantu mengurangi risiko terkena kanker prostat. MetroFriends dapat secara rutin melakukan olahraga fisik, hindari merokok, mengelola stress serta menjaga berat badan. Apabila merasakan keluhan seperti diatas, maka perlu melakukan medical check-up untuk mengetahui tindakan berikut yang akan dilakukan. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan kanker prostat, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layananMetroviaatau dapat berkonsultasi langsung denganDokter Sub Spesialis Bedah Urologi Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. (AR).

View All

Pages (15)

  • Home | Healthcare | MetroHealth RS MMC Jakarta

    New Article 2 days ago 2 min Hari Anti Narkotika Sedunia (26 Juni 2022): Selamatkan Nyawa, Jauhi Narkotika! Metrohealth - Penyalahgunaan narkoba masih sering terdengar di televisi maupun surat kabar menjadi salah satu masalah terbesar yang... EMERGENCY CALL SERVICE CALL NOW! Klik dibawah ini untuk WA Instalasi Gawat Darurat RS MMC Klik dibawah ini untuk chat dengan MMC METROVIA Klik dibawah ini untuk download jadwal dokter RS MMC LISTEN NOW! #FromMMCtoAnywhere Listen to our podcast via: Apple Podcast, Spotify, SoundCloud, Facebook and Instagram! MMC Hospital Podcast with MMC Hospital Professionals Listen Here The Latest News 2 days ago 2 min Hari Anti Narkotika Sedunia (26 Juni 2022): Selamatkan Nyawa, Jauhi Narkotika! Metrohealth - Penyalahgunaan narkoba masih sering terdengar di televisi maupun surat kabar menjadi salah satu masalah terbesar yang... 33 views 0 comments Post not marked as liked 2 days ago 3 min Kenali Prosedur Katerisasi Jantung Metrohealth - Perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang dan dinilai memiliki pengaruh paling besar dalam bidang kesehatan.... 13 views 0 comments Post not marked as liked 4 days ago 3 min Fakta Kanker Prostat yang harus MetroFriends Ketahui Metrohealth - Halo MetroFriends, pernahkah kalian mendengar istilah penyakit kanker prostat? Pada kesempatan kali ini, MetroHealth RS... 19 views 0 comments Post not marked as liked 6 days ago 2 min Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Jantung Metrohealth - Serangan jantung sejatinya bukan hal baru di masyarakat. Pesohor hingga masyarakat biasa tak sedikit yang mengalami... 19 views 0 comments Post not marked as liked Jun 17 3 min Trans Esofagus Echocardiogram (TEE) - Salah Satu Cara Skrining Penyakit Jantung Metrohealth - Skrining kardiovaskular atau deteksi penyakit jantung adalah metode pemeriksaan untuk mengukur atau menilai kesehatan... 10 views 0 comments Post not marked as liked All Posts

View All