Search 

187 items found

Blog Posts (154)

  • Faktor dan Cara Pencegahan Gangguan Irama Jantung (Aritmia)

    MetroHealth - Jantung merupakan salah satu organ terpenting bagi manusia yang berfungsi memompa darah yang mengandung oksigen, jantung dapat mengalami masalah salah satunya aritmia, aritmia merupakan gangguan irama jantung atau pola perubahan yang cepat dari denyut jantung normal. Gangguan irama jantung (aritmia) adalah pola perubahan yang cepat dari denyut jantung normal. Hal ini menjadi permasalahan ketika tidak di atasi dengan baik dan benar karena dapat menyebabkan terganggunya fungsi jantung tersebut, bahkan dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan kematian secara mendadak. Dilansir dalam kasus Atrial Fibrillation (AF) jantung tidak memompa secara teratur atau tidak bekerja sebagaimana mestinya. Beberapa kasus aritmia tidak mengancam kesehatan, tapi di kasus lainya aritmia dapat menyebabkan masalah serius bagi kesehatan seperti pusing, sesak nafas, pingsan atau masalah serius pada jantung. Pasien penderita aritmia mungkin mengalami gejala palpitasi, pusing, sinkop, kelelahan, sesak napas, dan penurunan pada toleransi olahraga. Dalam kondisi yang parah, pasien bisa mengalami gejala gangguan kemampuan bicara, gangguan penglihatan, dan rasa lemah pada tungkai badan, yang mengindikasikan adanya gejala stroke. Kematian mendadak merupakan akibat yang paling menakutkan dari aritmia. Berikut beberapa faktor yang menyebabkan aritmia, antara lain: Penyakit tiroid, Hipertensi Penyakit jantung iskemik Gagal jantung Kelainan pada katup jantung. Pada beberapa pasien, aritmia bisa terjadi karena efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi. Kadang-kadang, tidak ada penyebab atau faktor risiko yang bisa diidentifikasi pada aritmia. Pencegahan dan pengobatan yang tepat untuk faktor risiko dan penyebab dasar aritmia, antara lain: Pola hidup yang sesuai, misalnya diet sehat yang rendah kadar garam, rendah lemak, rendah glukosa, dan makanan berserat tinggi. Olahraga yang memadai diperlukan untuk pencegahan hipertensi dan penyakit jantung iskemik. tindakan pengobatan terhadap Aritmia yakni harus dicari dan diobati dengan tepat. Ada obat-obatan khusus, yang biasanya disebut sebagai obat anti-aritmia yang digunakan untuk pengobatan berbagai jenis aritmia. Ablasi kateter merupakan pilihan pengobatan intervensi dan kuratif untuk beberapa jenis aritmia. Bagi pasien yang menderita denyut jantung yang lambat dan gejala lain seperti rasa pusing atau sinkop, implantasi alat pacu jantung mungkin perlu dipertimbangkan. Di sisi lain, pasien yang menderita denyut jantung yang cepat dan berisiko mengalami kematian mendadak, implan defibrilator kardioverter mungkin perlu dipertimbangkan. Jika MetroFriends ingin tahu lebih lanjut mengenai Penyebab aritmia maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi 0817-4903-162 atau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. (SM)

  • Awas! Kenali Tanda Penyakit Jantung Koroner!

    Metrohealth - Penyakit jantung koroner merupakan salah satu jenis penyakit kardiovaskular ini menjadi penyumbang angka kematian pertama di dunia. Dilansir dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 17,3 juta orang setiap tahunnya meninggal karena penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke). Selain itu, dikutip dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, angka kematian penyakit jantung koroner yakni 12,9% dari jumlah keseluruhan kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke. Apa Itu Penyakit Jantung Koroner? Secara definisi penyakit jantung koroner merupakan gangguan fungsi jantung diakibatkan otot jantung kekurangan darah karena adanya penyempitan pembuluh darah koroner. Hal ini, menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras karena terjadi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan asupan oksigen pada jantung. Adanya ketidakseimbangan antara ketersedian oksigen dan kebutuhan jantung memicu timbulnya penyakit jantung koroner yang biasanya ditandai dengan nyeri pada bagian dada. Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner Sangat jarang orang menyadari bahwa faktor risiko terkena penyakit jantung koroner bisa terjadi dari gaya hidup sehari-hari yang buruk. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, faktor risiko penyakit jantung koroner dibagi menjadi dua yaitu; faktor risiko tidak dapat diubah meliputi umur, keturunan dan jenis kelamin. Kemudian faktor risiko yang dapat diubah atau diperbaiki yaitu gaya hidup yang tidak sehat, pola konsumsi lemak yang berlebih, perilaku merokok, kurang olahraga atau pengelolaan stress yang buruk. Penyakit jantung koroner dapat ditandai dengan nyeri dada yang menjalar ke lengan atau punggung disertai sesak nafas dan lemas seluruh tubuh. Jika tidak segera ditangani, penyakit jantung koroner dapat menyebabkan komplikasi dari penyakit jantung koroner, diantaranya antara lain : 1. Angina (Nyeri dada) Gejala pada nyeri dada seperti tertekan benda berat atau terasa panas ataupun seperti diremas. Rasa nyeri biasanya menjalar kelengan kiri atas atau bagian bawah leher hingga ke dagu atau ke punggung, tetapi beberapa orang merasakan nyeri ke tangan kanan. Durasi nyeri berkisar 1-5 menit dan rasa nyeri akan perlahan hilang bila penderita istirahat. Angina juga dapat muncul akibat stres dan udara dingin. Angina terjadi setiap kali keseimbangan antara ketersediaan oksigen dengan kebutuhan oksigen terganggu dan berulang-ulang. 2. Serangan Jantung Serangan jantung umumnya disebabkan karena penyumbatan pembuluh darah arteri secara tiba-tiba yaitu pecahnya plak kolesterol pada pembuluh darah arteri pecah. Saat plak kolesterol pecah dan membentuk gumpalan darah yang mengakibatkan penghambatan pembuluh darah arteri seluruhnya, serta memutuskan aliran darah ke otot jantung. 3. Aritmia Penyebab terjadinya aritmia (gangguan ritme jantung) adalah adanya jaringan pada jantung yang mengganggu impuls listrik jantung. Kondisi ini terjadi karena asupan darah menuju jantung tidak mencukupi kebutuhan. 4. Gagal Jantung Adanya beban volume atau tekanan darah yang berlebihan atau adanya abnormalitas dari sebagian struktur jantung menyebabkan gagal jantung. Gagal jantung kebanyakan didahului oleh kondisi penyakit lain dan akibat yang ditimbulkan termasuk penyakit jantung koroner. Artinya, Kondisi gagal jantung dimana jantung mengalami kerusakan akibat serangan jantung kemudian jantung sudah tidak bisa berfungsi dengan baik untuk memompa darah keseluruh tubuh. Penyakit Jantung koroner dapat dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat, mengurangi kebiasaan merokok, mengkonsumsi makanan sehat serta rutin berolahraga menjadi cara untuk memperbaiki pola hidup agar terhindar dari penyakit jantung koroner . Selain itu, selalu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter secara berkala, terutama jika memiliki riwayat keturunan atau mengalami gejala penyakit jantung koroner ya, MetroFriends!. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan jantung dan pembuluh darah, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan 0817-4903-162 atau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Kedokteran Jantung dan Pembuluh Darah yang dapat ditemui Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. (SA)

  • Mengenal Apendisitis (Peradangan Usus Buntu)

    MetroHealth - MetroFriends pasti sudah tidak asing dengan penyakit usus buntu bukan? penyakit radang usus buntu atau yang biasa disebut apendisitis adalah salah satu penyakit gastrointestinal yang umum terjadi. Apendisitis adalah peradangan pada apendiks atau usus buntu. Apendiks merupakan organ berbentuk tabung buntu dalam sistem pencernaan manusia, dan berpangkal pada sekum (bagian dari usus besar). Dikutip melalui jurnal FK UNS, apendisitis merupakan suatu penyakit pada sistem pencernaan manusia yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Terdapat berbagai penyebab terjadinya apendisitis. Namun, sumbatan pada apendiks diindikasi sebagai penyebab utama terjadinya apendisitis. Faktor-faktor lain yang menyebabkan sumbatan pada apendiks juga menyebabkan terjadinya apendisitis, seperti hyperplasia jaringan limfoid, tumor appendix, dan cacing ascaris. Penyebab lain yang diduga dapat menimbulkan apendisitis adalah erosi mukosa apendiks karena parasit seperti E.histolytica. Terdapat beberapa gejala yang biasa dialami oleh orang yang terkena apendisitis, antara lain: Adanya nyeri di bagian abdomen atau perut seperti kram yang merupakan akibat dari penyumbatan apendiks. Awalnya, rasa nyeri ini terasa samar-samar dan lokasinya sulit ditentukan secara pasti. Namun, lama-kelamaan rasa nyeri tersebut akan menjadi semakin tajam dan letaknya semakin jelas. Adanya mual atau muntah tetapi pada beberapa kasus tidak terdapat mual atau muntah. Pasien dengan apendisitis yang akut diawasi secara klinis dengan menggunakan berbagai variabel di laboratorium dan juga dilakukan ultrasound pada bagian abdomen atau perut. Salah satu faktor risiko apendisitis adalah pola makan. Apendisitis adalah salah satu penyakit di sistem pencernaan pada manusia sehingga terdapat kaitan antara penyakit apendisitis dan asupan gizi serta pola makan seseorang. Asupan gizi juga berkaitan erat dengan status gizi seseorang. Status gizi pada seseorang dipengaruhi oleh nutrisi dari asupan gizi seseorang dan zat gizi yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan tubuh, seperti metabolisme, menghasilkan energi, dan lain sebagainya. Pola makan yang baik dan teratur dengan asupan gizi yang mencukupi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh akan menghasilkan status gizi yang baik dan seimbang. Dan begitu pula sebaliknya. Jika pola makan seseorang tidak teratur dan asupan gizi tidak mencukupi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh, akan menghasilkan status gizi yang tidak seimbang dan pada akhirnya dapat meningkatkan faktor risiko terkena suatu penyakit. Kebutuhan asupan gizi setiap individu dapat berbeda-beda. Namun, ada berbagai faktor yang mempengaruhi, yaitu: Usia Jenis Kelamin Aktivitas Berat badan Tinggi badan Asupan gizi yang baik haruslah yang bisa mencukupi kebutuhan gizi seseorang. Tubuh membutuhkan asupan gizi yang seimbang dalam asupan makanan sehari-hari. Asupan gizi yang seimbang antara lain mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dalam jumlah yang seimbang. Salah satu asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh adalah makanan berserat. Makanan berserat dapat dengan mudah ditemukan, seperti sayur sayuran dan juga buah-buahan. Makanan yang banyak mengandung serat dapat mencegah adanya konstipasi di sistem pencernaan manusia. Telah disebutkan bahwa, konstipasi adalah salah satu penyebab timbulnya penyakit apendisitis. Oleh karena itu, memakan makanan yang mengandung banyak serat dapat memperkecil peluang seseorang untuk terkena apendisitis. Jika MetroFriends ingin tahu lebih lanjut mengenai penyebab usus buntu maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi 0817- 4903 -162 atau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Bedah Digestif Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (SM).

View All

Pages (15)

  • Home | Healthcare | MetroHealth RS MMC Jakarta

    New Article 7 days ago 2 min Faktor dan Cara Pencegahan Gangguan Irama Jantung (Aritmia) MetroHealth - Jantung merupakan salah satu organ terpenting bagi manusia yang berfungsi memompa darah yang mengandung oksigen, jantung... EMERGENCY CALL SERVICE CALL NOW! Klik di bawah ini untuk WA Instalasi Gawat Darurat RS MMC Klik di bawah ini untuk informasi dan pendaftaran melalui WhatsApp Klik di bawah ini untuk download jadwal dokter RS MMC LISTEN NOW! #FromMMCtoAnywhere Listen to our podcast via: Apple Podcast, Spotify, SoundCloud, Facebook and Instagram! MMC Hospital Podcast with MMC Hospital Professionals Listen Here The Latest News 7 days ago 2 min Faktor dan Cara Pencegahan Gangguan Irama Jantung (Aritmia) MetroHealth - Jantung merupakan salah satu organ terpenting bagi manusia yang berfungsi memompa darah yang mengandung oksigen, jantung... 14 views 0 comments Post not marked as liked 7 days ago 2 min Awas! Kenali Tanda Penyakit Jantung Koroner! Metrohealth - Penyakit jantung koroner merupakan salah satu jenis penyakit kardiovaskular ini menjadi penyumbang angka kematian pertama... 4 views 0 comments Post not marked as liked Sep 23 2 min Mengenal Apendisitis (Peradangan Usus Buntu) MetroHealth - MetroFriends pasti sudah tidak asing dengan penyakit usus buntu bukan? penyakit radang usus buntu atau yang biasa disebut... 9 views 0 comments Post not marked as liked Sep 22 3 min Apa Betul Kurang Konsumsi Air Putih Menjadi Pemicu Terjadinya Gagal Ginjal? Metrohealth - Halo MetroFriends tahukah kamu? minum air putih memberikan banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Benarkah kurang minum air... 23 views 0 comments 4 likes. Post not marked as liked 4 Sep 16 3 min Yuk Kenali Obesitas Sarkopenia: Turunnya Massa Otot Tubuh Namun Berat Badan Meningkat Metrohealth - Seiring berjalannya waktu dan pertambahan usia, tubuh manusia akan terus berubah. Hal ini, dapat menyebabkan berbagai macam... 38 views 0 comments Post not marked as liked All Posts

  • Promotions | MetroHealth MMC

    Promotions RS MMC Medical Check Up Package Demi memberikan yang terbaik untuk Anda, paket MCU hadir untuk memenuhi kebutuhan Anda. Klik disini Emergency Services Layanan Gawat Darurat Terbaik di DKI Jakarta dan berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan. Klik disini Paket Pemeriksaan Jantung Ingin periksa Jantung dengan Pelayanan yang Komperhensif? Klik sekarang juga! Klik disini Cardiovascular Centre Pusat Kesehatan Jantung dengan Profesor dan Dokter Spesialis Jantung terbaik di Indonesia Klik disini Registration by WhatsApp Kini Pendaftaran Rawat Jalan lebih Mudah & Cepat via Aplikasi Whatsapp. Klik disini Sport Medicine Medical Check Up RS MMC menghadirkan layanan check up Sport Medicine dengan Dokter Spesialis yang kami miliki. Klik disini

  • Paket Medical Check Up: Spesial Hari Ibu | MetroHealth MMC

    Promotions Paket Medical Check Up: Spesial Hari Ibu Cinta dan kasih seorang ibu selalu menghangatkan keluarga. Jaga kehangatan keluarga Anda dengan memeriksakan kesehatan ibu menggunakan Paket Medical Check Up: Spesial Hari Ibu Daftar sekarang

View All