top of page

Search 

199 items found for ""

Blog Posts (179)

  • DETEKSI KANKER SERVIKS SEJAK DINI DENGAN SKRINING RUTIN

    Metrohealth - Skrining merupakan pemeriksaan suatu penyakit sebelum timbulnya gejala. Pada kanker serviks, skrining merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan wanita. Tujuan skrining kanker serviks adalah untuk menemukan perubahan sel prakanker pada serviks, sehingga pengobatan dapat dilakukan sejak dini untuk mencegah pertumbuhan kanker. Kanker serviks yang ditemukan pada stadium awal biasanya lebih mudah untuk diobati. Ketika gejala sudah muncul, kanker serviks biasanya sudah mulai menyebar dan membuat pengobatan menjadi lebih sulit. Penyebab dari kanker serviks hampir 90 persen adalah karena infeksi dari HPV (Human Papilloma Virus). Virus ini bisa menyerang wanita maupun laki-laki. Infeksi ini bisa didapatkan dari hubungan seksual. Maka dari itu, vaksin HPV disarankan bagi seseorang yang belum melakukan hubungan seksual. Sedangkan bagi seseorang yang sudah aktif secara seksual, disarankan untuk rutin melakukan skrining. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukan skrining kanker serviks: 1. Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asetat) Pemeriksaan IVA adalah metode inspeksi visual dengan asam asetat, atau dikenal juga dengan sebutan visual inspection with acetic acid. Seperti namanya, IVA test merupakan suatu cara untuk mendiagnosis dini kemungkinan adanya kanker serviks dengan menggunakan asam asetat. Hasil pemeriksaan tes IVA yang muncul dapat melihat apakah terdapat pertumbuhan sel prakanker di dalam serviks atau tidak. 2. Pap Smear Pap smear merupakan prosedur untuk melakukan skrining kanker serviks pada wanita. Tes Pap smear menggunakan sampel dari jaringan leher rahim. Mendeteksi kanker serviks sejak dini dengan Pap Smear memberikan peluang lebih besar untuk sembuh. Pap smear juga dapat mendeteksi perubahan pada sel serviks yang sekaligus menunjukkan kemungkinan kanker akan berkembang. Mendeteksi sel abnormal ini sejak dini dengan Pap smear adalah langkah pertama dalam menghentikan perkembangan kanker serviks. 3. Tes HPV DNA Tes DNA HPV bertujuan untuk mendeteksi ada atau tidaknya virus HPV (Human Papilloma Virus) yang berisiko menyebabkan kanker serviks atau penyakit menular seksual seperti kutil kelamin. Namun, banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya menderita infeksi HPV karena minimnya gejala. Kapan sebaiknya melakukan skrining kanker serviks? Frekuensi skrining untuk kanker serviks dan tes apa yang harus dilakukan dapat tergantung pada usia dan riwayat kesehatan. Usia 21-29 tahun Dilansir dari National Cancer Institute, Pap Smear disarankan untuk dilakukan pada usia 21 tahun dan dilakukan setiap 3 tahun. Usia 30-65 tahun National cancer Institute merekomendasikan usia ini untuk melakukan skrining kanker serviks menggunakan salah satu metode berikut: Tes HPV DNA setiap 5 tahun Tes HPV dan Pap Smear setiap 5 tahun Pap Smear setiap 3 tahun Lebih dari 65 tahun Jika termasuk dalam kelompok usia ini, MetroFriends dapat mengkomunikasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah skrining masih diperlukan. Jika telah diskrining secara teratur dan mendapatkan hasil tes yang normal, dokter mungkin akan memberitahu bahwa MetroFriends tidak lagi memerlukan skrining. Namun, jika tes terbaru menunjukkan hasil yang tidak normal atau belum melakukan skrining secara teratur, MetroFriends mungkin perlu melanjutkan skrining setelah usia 65 tahun. Cara terbaik untuk menemukan kanker serviks sejak dini adalah dengan melakukan tes skrining secara teratur. Skrining rutin telah terbukti dapat mencegah kanker serviks dan deteksi dini sangat meningkatkan kemungkinan keberhasilan pengobatan pra-kanker serta kanker. Menyadari tanda dan gejala kanker serviks juga dapat membantu menghindari keterlambatan diagnosis. Itulah penjelasan tentang skrining kanker serviks dan jenis tesnya. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai skrining kanker serviks, maupun rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan 0817-4903-299 atau dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang dapat ditemui Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. MetroHealth adalah portal edukasi kesehatan dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre untuk masyarakat Indonesia. Memberikan edukasi, inspirasi, dan informasi terkini seputar kesehatan dan gaya hidup. Mayoclinic | National Cancer Institute

  • WORLD CANCER DAY: MENGENAL JENIS PENGOBATAN KANKER

    Metrohealth - Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh pembelahan atau pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh yang tidak terkendali. Pertumbuhan sel ini menyebabkan kerusakan organ tubuh. Kanker disebabkan oleh perubahan sel atau sel-sel yang bermutasi dan menyebabkan karakteristik dari sel tersebut berubah. Kanker dibagi menjadi dua jenis, yaitu kanker padat atau solid tumor dan kanker darah, seperti leukimia, limfoma, myeloma dan lainnya. Tujuan pengobatan kanker adalah untuk mencapai penyembuhan. Jika penyembuhan tidak memungkinkan, pasien akan tetap membutuhkan perawatan untuk memperlambat pertumbuhan kanker. Bagaimana Langkah - langkah Pengobatan Kanker? 1. Diagnosis Pengobatan pada kanker dimulai dari diagnosis yang tepat. Diagnosis yang tepat sangat penting karena selain untuk memastikan diagnosis jenis kankernya, serta untuk menentukan pengobatan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendapatkan diagnosis antara lain: Biopsi Pemeriksaan biopsi akan menghasilkan diagnosa pasti dari kanker tersebut. Diperlukan pemeriksaan Histopatologi dan pada beberapa kasus dibutuhkan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan imunohistokimia. Pemeriksaan BMP Pemeriksaan BMP (Bone Marrow Puncture) atau pemeriksaan sumsum tulang belakang dilakukan pada kanker darah. Pemeriksaan Lanjutan Pemeriksaan lanjutan untuk kanker darah seperti Imunohistokimia, Sitogenetika dan pemberian molekuler. Hal-hal diatas sangat penting untuk dilakukan karena untuk mendapatkan hasil diagnosa yang tepat sehingga pengobatan yang diberikan pun juga tepat. 2. Penentuan Stadium (Staging) Setelah dilakukan diagnosa, selanjutnya adalah penentuan stadium (staging) menggunakan berbagai metode. Pada umumnya, staging dilakukan dengan pemeriksaan radiologi atau imaging. Dapat berupa pemeriksaan CT-Scan, MRI, PET CT-Scan. Namun jika kondisi pasien tidak memungkinkan, biasanya dilakukan pemeriksaan USG (Foto Dada atau Foto Toraks). Pemeriksaan ini sangat penting untuk menentukan kanker berada pada stadium berapa. Namun, jenis pemeriksaan bisa bergantung pada hasil diagnosa awal. Karena pada pasien-pasien dengan keganasan darah, pada umumnya pemeriksaan diatas tidak selalu diindikasikan. Sebagian besar kanker memiliki empat tahap. Untuk spesifiknya ditentukan oleh beberapa faktor berbeda, seperti ukuran dan lokasi kanker tersebut: Stadium I: Kanker terlokalisasi di area kecil dan belum menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan lain. Stadium II: Kanker telah tumbuh, tetapi belum menyebar. Stadium III: Kanker telah tumbuh lebih besar dan kemungkinan telah menyebar ke kelenjar getah bening atau jaringan lain. Stadium IV: Kanker telah menyebar ke organ atau area lain di tubuh. Stadium ini juga disebut sebagai kanker metastatik atau stadium lanjut. Apa saja Jenis Pengobatan Kanker? Operasi. Tujuan pembedahan adalah untuk mengangkat kanker atau kanker sebanyak mungkin. Kemoterapi. Kemoterapi menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi sendiri diberikan dalam bentuk infus (short infusion dan continue infusion) atau tablet/ kombinasi. Terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan pancaran energi berkekuatan tinggi, seperti sinar-X atau proton, untuk membunuh sel kanker. Transplantasi sumsum tulang. Sumsum tulang adalah jaringan lunak yang berada di dalam tulang besar, seperti tulang panggul atau tulang belakang. Transplantasi sumsum tulang, juga dikenal sebagai transplantasi sel punca. Transplantasi sumsum tulang memungkinkan dokter menggunakan kemoterapi dengan dosis tinggi untuk mengobati kanker. Imunoterapi. Imunoterapi, juga dikenal sebagai terapi biologis, menggunakan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker. Kanker dapat berkembang tanpa kendali karena sistem kekebalan tubuh tidak mengenalinya sebagai sesuatu yang berbahaya. Imunoterapi dapat membantu sistem kekebalan tubuh "melihat" kanker dan menyerangnya. Terapi hormon. Beberapa jenis kanker dipicu oleh hormon tubuh. Contohnya termasuk kanker payudara dan kanker prostat. Menghapus hormon-hormon itu dari tubuh atau memblokir efeknya dapat menyebabkan sel kanker berhenti tumbuh. Terapi target. Perawatan obat yang ditargetkan berfokus pada kelainan spesifik dalam sel kanker yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup. Cryoablasi. Cryoablation adalah salah satu jenis pengobatan kanker dengan menggunakan cairan dingin untuk mematikan atau membekukan sel-sel kanker di dalam tubuh. Pengobatan yang dikenal dengan nama lain cryosurgery atau cryotherapy ini biasanya dilakukan ketika sel kanker tidak bisa diangkat melalui operasi. Perlu dicatat bahwa tidak semua jenis kanker bisa dibunuh dengan cara krioablasi. Ablasi radiofrekuensi Ablasi radiofrekuensi atau radiofrequency ablation (RFA) adalah prosedur medis yang menggunakan energi panas untuk menghancurkan penyakit dan jaringan abnormal. Itulah penjelasan mengenai jenis-jenis pengobatan kanker. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai pengobatan kanker atau ingin mendapatkan informasi rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan 0817-4903-299 atau dapat berkonsultasi langsung ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. MetroHealth adalah portal edukasi kesehatan dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre untuk masyarakat Indonesia. Memberikan edukasi, inspirasi, dan informasi terkini seputar kesehatan dan gaya hidup.

  • Kenali Gejala & Faktor Risiko Kanker Hati

    Metrohealth - Kanker hati adalah kanker yang muncul dan berada pada sel-sel hati. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dalam hati bermutasi dan membentuk tumor. Beberapa jenis kanker dapat terbentuk di hati. Jenis kanker hati yang paling umum adalah karsinoma hepatoseluler. Karsinoma hepatoseluler merupakan tumor ganas yang berasal dari hepatosit. Jenis kanker hati lainnya yang jarang seperti kolangiokarsinoma intrahepatik dan hepatoblastoma. Ketika seseorang terkena kanker hati, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Karena hati merupakan organ yang memiliki banyak sekali fungsi. Fungsi hati antara lain menetralisir racun di dalam tubuh, membentuk protein dan faktor pembekuan darah, serta membantu pembentukan metabolisme hormon. Penyebab Kanker Hati Kanker hati terjadi ketika sel-sel hati mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA mereka. DNA sel memberikan instruksi untuk setiap proses kimia dalam tubuh. Mutasi DNA menyebabkan perubahan pada instruksi ini. Salah satu hasilnya adalah sel-sel mungkin mulai tumbuh di luar kendali dan akhirnya membentuk tumor – massa sel kanker. BIasanya penyebab kanker hati diketahui seperti infeksi hepatitis kronis. Namun terkadang kanker hati terjadi pada orang tanpa penyakit yang mendasarinya dan tidak jelas apa penyebabnya. Gejala Kanker Hati Kebanyakan orang tidak memiliki tanda dan gejala pada tahap awal kanker hati. Ketika tanda dan gejala muncul, biasanya akan terjadi: Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas Kehilangan selera makan Nyeri perut bagian atas Mual dan muntah Lemah dan letih Pembengkakan perut Perubahan warna kuning pada kulit dan bagian putih mata Faktor Risiko Kanker Hati Faktor-faktor yang meningkatkan risiko kanker hati meliputi: Infeksi kronis dengan HBV atau HCV. Infeksi kronis dengan virus hepatitis B (HBV) atau virus hepatitis C (HCV) meningkatkan risiko kanker hati. Sirosis. Kondisi progresif dan tidak dapat diubah ini menyebabkan jaringan parut terbentuk di hati dan meningkatkan peluang terkena kanker hati. Penyakit hati bawaan tertentu. Penyakit hati yang dapat meningkatkan risiko kanker hati antara lain hemokromatosis dan penyakit Wilson. Diabetes. Orang dengan kelainan gula darah ini memiliki risiko lebih besar terkena kanker hati dibandingkan mereka yang tidak menderita diabetes. Penyakit hati berlemak non alkohol. Penumpukan lemak di hati meningkatkan risiko kanker hati. Paparan aflatoksin. Aflatoksin adalah racun yang dihasilkan oleh jamur pada tanaman yang tidak disimpan dengan baik. Tanaman seperti biji-bijian dan kacang-kacangan, dapat terkontaminasi aflatoksin. Konsumsi alkohol berlebihan. Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah sedang dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah dan meningkatkan risiko kanker hati. Itulah penjelasan mengenai gejala dan faktor risiko kanker hati yang MetroFriends harus ketahui. Jika MetroFriends ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai kesehatan organ hati atau ingin mendapatkan informasi rawat inap dan rawat jalan, dapat langsung menghubungi layanan 0817-4903-299 atau dapat berkonsultasi langsung ke Digestive Cluster Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre. MetroHealth adalah portal edukasi kesehatan dari Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre untuk masyarakat Indonesia. Memberikan edukasi, inspirasi, dan informasi terkini seputar kesehatan dan gaya hidup. Mayoclinic | NHS

View All

Other Pages (19)

  • Home | Healthcare | MetroHealth RS MMC Jakarta

    DOWNLOAD HERE New Article 1 day ago 3 min WORLD CANCER DAY: MENGENAL JENIS PENGOBATAN KANKER Metrohealth - Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh pembelahan atau pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh yang tidak... EMERGENCY CALL SERVICE CALL NOW! Klik di bawah ini untuk WA Instalasi Gawat Darurat RS MMC Klik di bawah ini untuk informasi dan pendaftaran melalui WhatsApp Klik di bawah ini untuk download jadwal dokter RS MMC LISTEN NOW! #FromMMCtoAnywhere Listen to our podcast via: Apple Podcast, Spotify, SoundCloud, Facebook and Instagram! MMC Hospital Podcast with MMC Hospital Professionals Listen Here The Latest News 1 day ago 3 min WORLD CANCER DAY: MENGENAL JENIS PENGOBATAN KANKER Metrohealth - Kanker merupakan suatu penyakit yang ditandai oleh pembelahan atau pertumbuhan sel abnormal dalam tubuh yang tidak... 9 views 0 comments Post not marked as liked 2 days ago 2 min Kenali Gejala & Faktor Risiko Kanker Hati Metrohealth - Kanker hati adalah kanker yang muncul dan berada pada sel-sel hati. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel di dalam hati... 15 views 0 comments Post not marked as liked 3 days ago 2 min Mengenal Kanker Kolorektal dan Gejalanya Metrohealth - Menurut American Cancer Society, kanker usus besar merupakan kanker terbanyak ketiga dan merupakan penyebab kematian pada... 18 views 0 comments Post not marked as liked 5 days ago 2 min Dukungan Rumah Sakit MMC di Acara Superball Run 7th 2022 Metrohealth - Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre (RS MMC) pada Minggu (11/12) lalu, turut mendukung acara Superball Run 7th 2022... 1 view 0 comments Post not marked as liked Jan 19 3 min Manfaat dan Prosedur PCI Jantung untuk Penyakit Jantung Koroner Metrohealth - Penyakit jantung atau arteri koroner dikenal sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia. Di Indonesia pun, penyakit... 13 views 0 comments Post not marked as liked All Posts

  • Copy of Paket Pemeriksaan Diagnostik MCU | MetroHealth MMC

    Paket Pemeriksaan Diagnostik MCU Jaga kesehatan dengan melakukan pemeriksaan di RS Metropolitan Medical Centre #BERSAMAMMCLEBIHBAIK Hidup Sehat dimulai Sekarang ​

View All
bottom of page